Dapat durian runtuh atau rezeki nomplok? Video ini ingin membius penonton sambil dapat cuan.
Saat ini, Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menyatakan secara resmi soal host ini.
Selagi euforia Timnas Indonesia U-17 bakal berlaga sehubungan status tuan rumah, ada pengunggah video tidak kredibel yang ingin menangguk untung cuan atau penghasilan dengan bikin judul mempesona.
Salah satunya, seperti disimak Metro Suara.com dari kanal YouTube. Akun bernama JAGAT.ID telah mengunggah video berjudul "KEBIJAKAN FIFA, UNTUNGKAN TIMNAS INDONESIA || PIALA DUNIA 2026".
Foto thumbnail adalah potret Presiden RI Joko Widodo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Piala Dunia, serta lembaran-lembaran bertuliskan hasil drawing dan "TIMNAS INDONESIA MAIN LEBIH AWAL". Kalimat penyerta thumbnail adalah "MASUK POT UNGGULAN INDONESIA RESMI LOLOS PIALA DUNIA 2026".
PENJELASAN
Metro Suara.com melakukan penelusuran kalimat dan melakukan pemahaman nalar sebelum menyimak videonya, dengan hasil sebagai berikut:
* Judul tendensius
Fakta: judul video adalah "KEBIJAKAN FIFA, UNTUNGKAN TIMNAS INDONESIA || PIALA DUNIA 2026"
Logika: sebagai badan dunia FIFA mempertahankan status profesional dan farness, yaitu memberikan kesempatan, hak, dan kewajiban sama kepada setiap anggota FIFA. Kata untung dan rugi menjadi tidak relevan bila ditempatkan di sini.
* Kalimat di thumbnail sangat bombastis, dipaksakan pemahamannya, lebih dari sekali
Fakta: kalimat thumbnail "TIMNAS INDONESIA MAIN LEBIH AWAL", dan "MASUK POT UNGGULAN INDONESIA RESMI LOLOS PIALA DUNIA 2026".
Logika: sebuah kejuaraan yang diselenggarakan badan dunia menjunjung profesionalisme. Menggunakan jadwal, kalender, bahkan sampai kegiatan per menit. Kata "main lebih awal" jadi menggelikan, seperti Timnas Indonesia mesti main nyolong-nyolong atau di luar jadwal karena main lebih dulu.
Yang kedua, untuk kalimat "MASUK POT UNGGULAN INDONESIA RESMI LOLOS PIALA DUNIA 2026" tidak logis.
Dikutip dari sportnewsafrica.com dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, disebutkan "Piala Dunia 2026 dimulai dengan pengundian pada Kamis 13 Juli di Abidjan, Ivory Coast. Kami menunggu dimulainya kualifikasi pada November 2023, para pelatih nasional memberikan pendapat mereka tentang lawan yang akan datang." Artinya pengundian tim yang akan berlaga siapa melawan siapa, di zona Afrika baru berlangsung pekan lalu, belum ditandingkan. Negara-negara di zona lainnya pasti memiliki alokasi waktu sama saat pelaksanaan nanti.
Bila pengunggah bermaksud membuat penonton tidak merasa tengah ditipu dengan mencoba menyodorkan skema kesempatan sebagai tuan rumah atau host juga tetap tidak bisa.
Dasarnya adalah keputusan FIFA pada 2021 yang menyebutkan: di bawah aturan FIFA per 2017, Piala Dunia 2030 tidak bisa diselenggarakan di Asia (AFC) atau di Amerika Utara (CONCACAF), berdasar pemilihan Qatar untuk 2022, untuk 2026 adalah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Mengingat dari judul saja tidak logis, bisa disebut sebagai clickbait, maka tidak dilakukan penelusuran video, karena suda bisa dipastikan tidak ada data valid maupun sumber yang mendukung judul video ini.
KESIMPULAN
Video berjudul "KEBIJAKAN FIFA, UNTUNGKAN TIMNAS INDONESIA || PIALA DUNIA 2026" memiliki konten yang menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Prabowo Subianto Mundur dari Konstestasi Pemilu 2024 karena Tak Kuat Hadapi Persaingan dengan Anies Baswedan?
-
CEK FAKTA: Benarkah Lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Diubah?
-
CEK FAKTA: IMF dan Uni Eropa Bakal Gagalkan Indonesia Masuk BRICS, Presiden Vladimir Putin Siap Beking Negara Kita?
-
CEK FAKTA: Benarkah Cak Nun Suap Polisi Agar Tidak Dipenjara Terkait Kasus Penghinaan Kepala Negara?
-
CEK FAKTA: Fadli Zon Takut karena Presiden Joko Widodo Marah Besar?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km