/
Senin, 31 Juli 2023 | 14:07 WIB
Sinead O'Connor atau Shuhada' Sadaqat setelah berhijab ((Twitter))

Menjadi orangtua tidak mudah, demikian pula anak yang dikondisikan untuk menerima kondisi kejiwaan ibunya.

Kepergian salah satu musisi kenamaan Irlandia, Sinead O'Connor pada pekan lalu (26/7/2023) dalam usia 56 tahun bak membuka kotak Pandora. Membawakan pesan pentingnya kesehatan mental sejak masa kanak-kanak yang mestinya diciptakan orangtua dan lingkungan. Dijauhkan dari pergaulan bebas, film bokep, sampai mengenali tindakan-tindakan lingkungan atau manusia dewasa yang menjurus kepada pelecehan seksual.

Sayangnya, situasi ini tidak dibekalkan oleh ibunda penyanyi yang memiliki empat anak, satu di antaranya meninggal dunia tahun lalu.

Bukan karena kecanduan film bokep atau porno, namun marah dan patah hati sejak ditinggalkan suaminya, ibu dari musisi ternama Sinead O'Connor mengasuh anak-anaknya dengan cara berbeda.

Di salah satu wawancara dengan pakar psikologi Britania Raya, yang ditayangkan kembali dalam kapasitas obituari serta mengenang kepergian Sinead O'Connor, pesan sang penyanyi yang senantiasa tampil dengan kepala botak itu--termasuk setelah mengenakan hijab, ia tidak membiarkan rambutnya tumbuh memanjang--akan sampai kepada para orangtua, pemuka agama, penggemar, hingga masyarakat awam.

"Saat Ayah meninggalkan kami sekeluarga, di hari itu pula Ibu mulai marah-marah, saya tidak diizinkan tidur di dalam rumah, melainkan di gudang yang ada di halaman. Itu belum seberapa, ia tidak segan menyuruh saya tanpa busana berbaring terlentang sementara ia memukuli saya. Termasuk menendang bagian rahim, katanya saya dahulu diharapkan lahir sebagai anak lelaki, bukan perempuan," demikian Sinead O'Connor menceritakan masa kecilnya secara terbuka.

Itu belum seberapa, sampai ada kejadian di mana ibunya malahan memperbolehkan lelaki untuk melakukan hubungan seksual dengan putrinya.

"Ada beberapa kali, mungkin lima enam kali ... termasuk orang dekat juga," tuturnya dalam nada tanpa emosi.

Situasi itulah yang membuatnya mesti bertahan dengan cara yang mungkin dipandang orang lain sebagai radikal, rebellious, atau pemberontak, bila belum memahaminya sebagai sosok manusia biasa, di luar ketenarannya.

Sang ibu sendiri pernah membawanya kepada badan sosial keagamaan untuk perbaikan perilaku yang disebut  sebagai membangkang. Ironisnya, di tempat ini Sinead O'Connor juga menerima perlakuan buruk.

Sinead O'Connor saat tampil di konsernya, "THE CRAZY BALDHEAD TOUR" di Teatro la Venice, Italia (2013). (sumber: [AFP].)

"Tidak mengapa, sama buruknya dengan perlakuan di rumah," tandasnya di depan pewawancara.

Puncaknya adalah saat Sinead O'Connor tampil live di televisi, mengubah syair lagu yang dinyanyikan dan diakhiri dengan merobek foto imam tertinggi Katolik saat itu.

"Seisi studio terdiam dan sangat sepi. Ibarat jarum jatuh terdengar. Namun inilah cara saya menyuarakan perilaku menyimpang, apa yang sudah dilakukan orang-orang yang dipandang memiliki tingkat keagamaan tinggi dan ditutupi, termasuk tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak. Di kamar ibu saya, dipajang potret beliau dan betapa kesalnya saya, tidak bisa bersuara menyampaikan pendapat," kata Sinead O'Connor, yang empat kali menolak penghargaan Grammy Awards untuk prestasinya di dunia musik.

Ia sendiri turut dalam protes, demonstrasi ke jalan, yang menyuarakan hak perempuan terkait aborsi. Di masa itu, kurun 1990-an pendapat seperti yang disampaikan Sinead O'Connor dianggap tabu luar biasa. Album hitsnya dilarang beredar, dimusnahkan, dan dunia entertainment seperti meninggalkannya.

Namun Sinead O'Connor tetap pada pendiriannya. Sampai dunia entertainment menemukannya kembali. Ia tetap berkarier di musik, dan memeluk Islam pada 2018 dengan nama baru Shuhada' Sadaqat. Nama aslinya dipertahankan untuk kebutuhan panggung entertainment.

Saat diwawancara Piers Morgan dan Susanna Reid di Good Morning Britain pada 2019 ia menambahkan bahwa mengenakan hijab dilakukannya saat ia memiliki keinginan itu. 

"Bagi saya pribadi, mengenakan hijab sama dengan saat saya dahulu pakai kalung salib. Sebuah cara untuk mengidentifikasikan diri sendiri bila bertemu dengan saudara seiman di jalan," ungkapnya tanpa ragu.

Baca Juga: Viral Momen Nikahan Pria Berwajah bak Pangeran, Warganet Syok Lihat Mempelai Wanita

Meski memiliki kenangan buruk tentang ibunya sendiri terkait pelecehan seksual yang dialami semasa remaja, Sinead O'Connor juga berterus-terang saat ditanya apakah lagu Nothing Compares 2U memiliki arti istimewa. Dan jawabnya adalah ya, dan sosoknya adalah sang ibu sendiri.

"Lagu itu mengingatkan saya kepada beliau, seandainya saya bisa memeluknya dan memahami mengapa ia bertindak seperti itu kepada anak-anaknya," tukas Sinead O'Connor.

Begitulah pesan penting yang disampaikan mendiang Sinead O'Connor yang mengarahkan kepada kesehatan mental dibutuhkan sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Perlu melakukan pengawasan dan menjauhkan anak sendiri dari pergaulan bebas, film bokep, sampai segala bentuk tindakan pelecehan seksual.

Load More