Menjadi orangtua tidak mudah, demikian pula anak yang dikondisikan untuk menerima kondisi kejiwaan ibunya.
Kepergian salah satu musisi kenamaan Irlandia, Sinead O'Connor pada pekan lalu (26/7/2023) dalam usia 56 tahun bak membuka kotak Pandora. Membawakan pesan pentingnya kesehatan mental sejak masa kanak-kanak yang mestinya diciptakan orangtua dan lingkungan. Dijauhkan dari pergaulan bebas, film bokep, sampai mengenali tindakan-tindakan lingkungan atau manusia dewasa yang menjurus kepada pelecehan seksual.
Sayangnya, situasi ini tidak dibekalkan oleh ibunda penyanyi yang memiliki empat anak, satu di antaranya meninggal dunia tahun lalu.
Bukan karena kecanduan film bokep atau porno, namun marah dan patah hati sejak ditinggalkan suaminya, ibu dari musisi ternama Sinead O'Connor mengasuh anak-anaknya dengan cara berbeda.
Di salah satu wawancara dengan pakar psikologi Britania Raya, yang ditayangkan kembali dalam kapasitas obituari serta mengenang kepergian Sinead O'Connor, pesan sang penyanyi yang senantiasa tampil dengan kepala botak itu--termasuk setelah mengenakan hijab, ia tidak membiarkan rambutnya tumbuh memanjang--akan sampai kepada para orangtua, pemuka agama, penggemar, hingga masyarakat awam.
"Saat Ayah meninggalkan kami sekeluarga, di hari itu pula Ibu mulai marah-marah, saya tidak diizinkan tidur di dalam rumah, melainkan di gudang yang ada di halaman. Itu belum seberapa, ia tidak segan menyuruh saya tanpa busana berbaring terlentang sementara ia memukuli saya. Termasuk menendang bagian rahim, katanya saya dahulu diharapkan lahir sebagai anak lelaki, bukan perempuan," demikian Sinead O'Connor menceritakan masa kecilnya secara terbuka.
Itu belum seberapa, sampai ada kejadian di mana ibunya malahan memperbolehkan lelaki untuk melakukan hubungan seksual dengan putrinya.
"Ada beberapa kali, mungkin lima enam kali ... termasuk orang dekat juga," tuturnya dalam nada tanpa emosi.
Situasi itulah yang membuatnya mesti bertahan dengan cara yang mungkin dipandang orang lain sebagai radikal, rebellious, atau pemberontak, bila belum memahaminya sebagai sosok manusia biasa, di luar ketenarannya.
Sang ibu sendiri pernah membawanya kepada badan sosial keagamaan untuk perbaikan perilaku yang disebut sebagai membangkang. Ironisnya, di tempat ini Sinead O'Connor juga menerima perlakuan buruk.
"Tidak mengapa, sama buruknya dengan perlakuan di rumah," tandasnya di depan pewawancara.
Puncaknya adalah saat Sinead O'Connor tampil live di televisi, mengubah syair lagu yang dinyanyikan dan diakhiri dengan merobek foto imam tertinggi Katolik saat itu.
"Seisi studio terdiam dan sangat sepi. Ibarat jarum jatuh terdengar. Namun inilah cara saya menyuarakan perilaku menyimpang, apa yang sudah dilakukan orang-orang yang dipandang memiliki tingkat keagamaan tinggi dan ditutupi, termasuk tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak. Di kamar ibu saya, dipajang potret beliau dan betapa kesalnya saya, tidak bisa bersuara menyampaikan pendapat," kata Sinead O'Connor, yang empat kali menolak penghargaan Grammy Awards untuk prestasinya di dunia musik.
Ia sendiri turut dalam protes, demonstrasi ke jalan, yang menyuarakan hak perempuan terkait aborsi. Di masa itu, kurun 1990-an pendapat seperti yang disampaikan Sinead O'Connor dianggap tabu luar biasa. Album hitsnya dilarang beredar, dimusnahkan, dan dunia entertainment seperti meninggalkannya.
Namun Sinead O'Connor tetap pada pendiriannya. Sampai dunia entertainment menemukannya kembali. Ia tetap berkarier di musik, dan memeluk Islam pada 2018 dengan nama baru Shuhada' Sadaqat. Nama aslinya dipertahankan untuk kebutuhan panggung entertainment.
Saat diwawancara Piers Morgan dan Susanna Reid di Good Morning Britain pada 2019 ia menambahkan bahwa mengenakan hijab dilakukannya saat ia memiliki keinginan itu.
"Bagi saya pribadi, mengenakan hijab sama dengan saat saya dahulu pakai kalung salib. Sebuah cara untuk mengidentifikasikan diri sendiri bila bertemu dengan saudara seiman di jalan," ungkapnya tanpa ragu.
Baca Juga: Viral Momen Nikahan Pria Berwajah bak Pangeran, Warganet Syok Lihat Mempelai Wanita
Meski memiliki kenangan buruk tentang ibunya sendiri terkait pelecehan seksual yang dialami semasa remaja, Sinead O'Connor juga berterus-terang saat ditanya apakah lagu Nothing Compares 2U memiliki arti istimewa. Dan jawabnya adalah ya, dan sosoknya adalah sang ibu sendiri.
"Lagu itu mengingatkan saya kepada beliau, seandainya saya bisa memeluknya dan memahami mengapa ia bertindak seperti itu kepada anak-anaknya," tukas Sinead O'Connor.
Begitulah pesan penting yang disampaikan mendiang Sinead O'Connor yang mengarahkan kepada kesehatan mental dibutuhkan sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Perlu melakukan pengawasan dan menjauhkan anak sendiri dari pergaulan bebas, film bokep, sampai segala bentuk tindakan pelecehan seksual.
Berita Terkait
-
Viral Akun Twitter Pimpinan KPK Dituduh Follow Akun Bokep, Mesti Tahu Tanda Kecanduan Film Porno
-
Bahaya Kecanduan Nonton Film Bokep Ternyata Setara dengan Sakaw Narkoba
-
Anak Kecanduan Nonton Film Bokep Sejak Kecil, Ternyata Berisiko Sebabkan Depresi!
-
Simpan Film Bokep Ternyata Bisa Dihukum, Memang Kenapa?
-
Bercermin dari Meninggalnya Sinead O'Connor, Ini Pentingnya Pedulikan Kesehatan Mental
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu