Suara.com - Galon air minum guna ulang yang sudah melewati usia pakai aman ternyata masih banyak beredar di pasaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan pelepasan zat kimia berbahaya Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum yang dikonsumsi jutaan keluarga Indonesia setiap hari.
Investigasi terbaru Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap fakta mencengangkan bahwa galon air minum berusia hingga 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen, termasuk di wilayah Bogor. Padahal, usia pakai galon plastik memiliki batas aman yang ketat.
Data KKI menunjukkan, 57 persen galon yang beredar di wilayah Jabodetabek telah berusia lebih dari dua tahun atau melampaui rekomendasi batas aman para ahli. Temuan ini semakin mengkhawatirkan karena delapan dari 10 galon yang dijual tampak buram dan kusam, pertanda terjadi kerusakan material plastik yang berisiko tinggi melepaskan BPA ke dalam air.
Ketua KKI, David Tobing, menilai temuan ini sebagai indikasi masalah serius dalam sistem pengawasan.
“Dari investigasi di 60 kios Jabodetabek, kami menemukan 57 persen galon berusia di atas dua tahun, bahkan ada yang diproduksi pada 2012. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan,” jelasnya saat menyerahkan laporan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akhir tahun lalu.
Sedangkan pakar polimer Universitas Indonesia, Prof. Mohamad Chalid, menegaskan bahwa galon guna ulang memiliki batas penggunaan yang jelas.
“Jika dibatasi 40 kali pengisian ulang, usia amannya bahkan tidak sampai satu tahun,” jelasnya.
Menurut Prof. Chalid, proses pencucian dan penggunaan berulang dapat merusak struktur kimia plastik, sehingga molekul BPA mudah terlepas dan larut ke dalam air minum.
Paparan BPA dalam jangka panjang diketahui berdampak serius bagi kesehatan. Berbagai studi mengaitkan BPA dengan gangguan kesuburan, obesitas, diabetes, gangguan perkembangan otak janin, serta peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.
Baca Juga: Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
Menanggapi temuan ini, BPKN mendesak produsen air minum dalam kemasan untuk bertanggung jawab secara moral dan proaktif. Anggota BPKN, Fitrah Bukhari, meminta produsen segera menarik galon yang sudah tua tanpa menunggu sanksi hukum.
“Kami menyerukan itikad baik produsen untuk menarik galon yang sudah berusia lanjut. Air minum adalah kebutuhan dasar masyarakat, sehingga tanggung jawab menjaga keamanannya bersifat moral dan mendesak,” kata Fitrah.
Di masa mendatang, BPKN berencana melakukan penelitian independen untuk memperkuat temuan ini. Sementara itu, konsumen diimbau lebih waspada dengan memeriksa kondisi fisik dan kode produksi galon, serta berani menolak galon air minum yang terlihat rusak, buram, atau sudah tidak layak pakai.***
Berita Terkait
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
NumoFest 2026 Dukung Ratusan Pelaku UMKM Lewat Gang Dagang, QRIS Tap, Sampai Film Bertema Religi
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik
-
Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan
-
BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026
-
Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah
-
47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT