Ricuh dan baku pukul antara suporter di pertandingan Liga 1 antara PSIS Semarang melawan Persib Bandung di Stadion Jatidiri pada akhir pekan kemarin dikritik oleh banyak pihak.
Di media sosial bahkan para komentator menilai, sepak bola Indonesia belum banyak belajar dari Tragedi Kanjuruhan di Malang pada Oktober 2022 lalu. Bahkan ada yang meramalkan jika tidak berubah, tragedi serupa akan kembali terjadi di Tanah Air.
"Dari Tragedi Kanjuruhan kita harus sadar bahwa kita belajar apa?" tulis akun @Garagarabola_ ke hampir 150.000 followernya di Twitter pada Senin, sembari mengunggah kembali foto kericuhan yang terjadi di Stadion Jatidiri pada Minggu malam (20/8/2023).
"Dari tragedi Kanjuruhan, memang banyak yang enggak belajar apa-apa," imbuh akun @SuporterFC kepada 61.000 followernya, juga sembari mengunggah cuplikan berita ricuh di Stadion Jatidiri.
"Dari kasus Kanjuruhan kita belajar, bahwa kita tidak pernah belajar. Kencang menuntut keadilan 135+, tapi lemah dalam memperbaiki diri sendiri," tulis akun @indosupporter kepada 115.000 followernya, sembari menyebut jumlah korban meninggal di Kanjuruhan.
Akun yang terakhir ini juga mengunggah video kericuhan yang terjadi antara pendukung PSIS dan Persib.
Sejauh ini belum diketahui sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada PSIS Semarang dan Persib Bandung atas kericuhan yang terjadi. Tetapi PSSI sudah menyoroti insiden memalukan tersebut.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga pada Senin mengatakan pihaknya menyayangkan insiden di Semarang itu. Ia juga memperingatkan bahwa FIFA sedang berada di Tanah Air dan sedang mengawasi.
"FIFA sudah ada di Indonesia dan melihat kejadian ini. Ayo teman-teman suporter, klub, PSSI, dan PT LIB harus bergandengan tangan untuk ubah diri kita," wanti-wanti Arya.
Baca Juga: Benarkah Persib Dapat Striker Baru , Siap Berlaga Lawan Rans FC?
Meski demikian banyak pihak di media sosial mendorong agar regulator menjatuhkan sanksi yang tegas kepada pendukung dan klub jika terjadi insiden seperti di Stadion Jatidiri agar muncul efek jera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Apakah Handbody Citra Bengkoang Bisa Mencerahkan Kulit? Cek Klaim dari Pengguna
-
Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
KPK Telusuri Pertemuan Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kuansing dengan Raja Juli
-
Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas
-
Pertemuan Panas Trump-Netanyahu Pekan Depan, Perang Iran Diprediksi Makin Membesar
-
Misteri 4 Huruf di Menara Ponpes Tambakberas: Pesan Langit KH Hasbullah Said Tentang Kemerdekaan RI
-
Di Balik Penahanan Febrie Adriansyah di KPK, Ada Alasan Perlindungan Khusus