Mantan Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini mengkritik proses seleksi Timnas U-17 untuk persiapan Piala Dunia yang akan digelar di Indonesia pada November mendatang.
Fakhri Husaini, yang sukses membawa Timnas U-16 menjuarai Piala AFF U-16 pada 2018 itu, mengatakan seleksi Timnas U-16 yang dilakukan PSSI dan pelatih Bima Sakti tidak cocok untuk turnamen sebesar Piala Dunia, tetapi mirip dengan seleksi piala tingkat kecamatan.
"Ini mau membentuk tim untuk ikut Piala Dunia. Jangan dipakai cara-cara seleksi untuk (kompetisi) tingkat kecamatan," kritik Fakhri Husaini saat jadi bintang tamu di kanal Youtube Omah Balbalan yang tayang perdana 11 Agustus lalu.
Ia mengatakan cara seleksi PSSI yang mengumpulkan ratusan hingga ribuan pemain muda dalam waktu singkat untuk dipilih masuk pelatnas tidak masuk akal.
"Saya melihatnya ini lucuan-lucuan saja untuk seleksi itu," lanjut Fakhri.
Ia juga menyoroti kriteria-kriteria yang digunakan PSSI untuk menyeleksi ratusan pemain calon skuat Timnas U-17.
Menurutnya 8 kriteria yang ditetapkan PSSI, seperti tinggi badan dan VO2 Max para pemain, tidak realistis dalam proses seleksi dalam waktu singkat yang hanya satu hari.
Lebih lanjut Fakhri Husaini juga mengkritik seleksi pemain yang tidak memanfaatkan pemain-pemain dari turnamen Elite Pro Academy atau EPA, turnamen kelas usia yang dihelat PSSI.
"Untuk apa seleksi lagi kalau kita sudah punya EPA kemarin," terang dia.
Baca Juga: Erick Thohir Ingatkan Bima Sakti Finalisasi Timnas U-17 di Akhir Agustus
Tetapi Fakhri juga langsung mengkritik EPA yang menurutnya tidak realistis untuk mencetak pemain muda.
Ia membeberkan turnamen EPA digelar hanya selama 45 hari dan setiap tim dipaksa bermain sebanyak 15 kali, plus 2 kali untuk yang lolos ke semifinal dan final. Dengan waktu sepadat itu dan pemain hanya punya waktu istirahat singkat, sukar mengembangkan pemain muda yang mumpuni.
"Ilmu sepak bola mana yang dipakai untuk bisa menjaga tingkat kebugaran pemain hingga bisa tampil konsisten terus," gas Fakhri Husaini.
Adapun seleksi Timnas U-17 yang dilakukan PSSI dan Bima Sakti menyaring pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia.
PSSI menargetkan skuat final sudah terbentuk pada akhir Agustus ini dan akan dikirim ke Jerman untuk menjalani pemusatan latihan sebelum berlaga di Piala Dunia U-17 pada November - Desember mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
BRI Cepu Gelar Program SERU: Setor Tunai Rp20 Juta Via CRM, Langsung dapat Minyak Goreng Gratis!
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3