Pelatih Timnas U-17, Bima Sakti mengatakan masih menyisakan dua slot untuk pemain diaspora saat skuatnya dibawa ke Jerman untuk menjalani pemusatan latihan.
Bima Sakti akan membawa 28 pemain ke Jerman dan akan menentukan dua pemain diaspora di sana. Ia mengatakan tak mau memilih pemain diaspora hanya berbekal video atau CV belaka.
"Saya tidak mau terulang lagi kemarin kita mengambil pemain diaspora, hanya melihat video mereka, hanya melihat CV mereka. Nanti pelatih Frank (Wormuth) akan bantu, karena beberapa pemain memang berasal dari Belanda, karena beliau juga tinggal di Belanda," kata pelatih Bima pada konferensi pers menjelang pertandingan uji coba melawan Korea Selatan, di Jakarta, Selasa (29/8/2023).
"Frank akan melihat langsung nanti misalnya ada target satu, dua, atau tiga pemain akan dipanggil untuk ke Jerman nanti, dua slot, itu dilihat dulu bagaimana kualitasnya," kata Bima.
Perihal pemain diaspora, Bima menyatakan bahwa sampai saat ini baru nama Welber Halim Jardim yang masuk dalam skemanya. Terlebih karena Welber memiliki ibu yang berasal dari Indonesia, sehingga lebih mudah bagi sang pemain untuk mendapatkan paspor Indonesia.
"Untuk pemain diaspora selama ini kita baru dapat satu, atas nama Welber. Ya cuma kemarin ia memang hanya dua minggu saja (berada di Indonesia), sampai tanggal 20 kita perizinannya ke Sao Paulo karena Sao Paulo juga ada kompetisi di Rio (de Janeiro), jadi makanya dia izin pulang," kata Bima.
Bima juga menegaskan bahwa selain menerapkan gaya bermain khas Indonesia, yakni filanesia, tim asuhannya telah diberi pemahaman sepenuhnya bahwa pertahanan menjadi salah satu bagian terpenting dalam mengarungi pemusatan latihan serta saat tampil di Piala Dunia U-17 kelak.
"Kalau kita bertahannya bagus, otomatis gawang kita akan aman. Oleh sebab itu kita latih dua pekan pertahanan, dua pekan serangan. Semoga mereka bisa mengerti, karena yang terpenting kita melatih mereka mengerti," tegas mantan pemain timnas itu. [Antara]
Baca Juga: Fakhri Husaini: Seleksi Timnas U-17 Bima Sakti Kelasnya Piala Kecamatan, Bukan untuk Piala Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi