Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya buka suara soal konten Oklin Fia soal jilat es krim di depan kelamin pria layaknya adegan blowjob film bokep.
Wakil Sekjen Badan Hukum MUI, Ikhsan Abdullah menilai kalau konten tersebut tidak masuk dalam penistaan agama melainkan persoalan moral dan akhlak.
Ia menilai kalau Oklin Fia tidak perlu dilaporkan ke polisi karena konten tersebut. Hal itu bakal memberi beban pada pihak kepolisian.
"Ditegur itu kan bagian dari berdakwah, jadi jangan langsung lapor polisi. Itu nanti kan kurang baik dan buat polisi jadi beban. Ini sudah pas menyampaikannya ke MUI jurusannya moral," ujar Ikhsan Abdullah dalam acara The Prime Show with Aiman di Inews TV, dikutip Kamis (31/8/2023).
Ikhsan Abdullah pun mengingatkan pada selebgram itu kalau saat ini sudah banyak konten yang lebih bermanfaat dan banyak dilihat publik (viewers).
Jika ada konten yang sekiranya menyimpang, lanjut Ikhsan, maka lebih baik cukup ditegur.
"Kalau ada yang keliru sebagai sahabat sesama muslim atau yang lain selama kita sebangsa dan setanah air ya enggak apa-apa ditegur saja. Itu namanya nasihat," beber dia.
Ia pun berpesan pada publik agar bisa membedakan mana kasus penistaan agama dan mana yang bukan.
"Saya kira ini jauh dari masalah moral agama, tidak perlu lagi ya berpesan kepada masyarakat dan aktivis hukum atau penyidik ya harus dibedakan lah mana penodaan agama dan tidak," tuturnya.
Ikhsan menilai kalau persoalan moral dan akhlak sebaiknya cukup diluruskan secara sosial, tak perlu ke ranah hukum karena hanya menambah beban kepolisian.
Ia menegaskan kalau hukum memang harus ditegakkan. Tetapi untuk masalah keagamaan, sebaiknya ditangani secara agama dan sosial, bukan ranah hukum.
"Hukum memang harus ditegakkan tapi masalah sosial keagamaan ya dikembalikan ke masalah agama dan masalah sosial, sehingga tertib nih enggak ada orang yang harusnya tidak dihukum jadi dihukum, kan malah jadi masalah," sambung dia lagi.
MUI pun berpesan pada Oklin Fia untuk tetap berkarya. Ia berharap kalau kasus ini tak membuat sang selebgram itu berhenti berkreativitas.
"Kamu mulai hari ini terus berkreativitas, jangan karena persoalan ini kamu down dan kamu menyesali diri terus," ujar Ikhsan.
Lebih lanjut Ikhsan menyebut kalau pihaknya bakal siap membantu Oklin Fia apabila masih dituding penistaan agama buntut kasus tersebut.
"Kalau nanti diperlukan bahwa ini penodaan atau bukan akan kami jawab dari sini. Tapi tunggu, jangan mengulangi lagi perbuatannya. Kalau mengulangi lagi ya itu tanggung jawab pribadi ya," jelasnya..
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Contoh Pidato Hari Pendidikan Nasional 2026 Inspiratif, Singkat, dan Penuh Makna
-
BRI Cetak Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan I 2026, Total Kredit Rp1.562 Triliun
-
Jadi Rebutan, Pemain Keturunan Surabaya Ini Diincar Ajax Amsterdam dan 2 Klub Inggris
-
BRI Fokus UMKM 2026: Kredit Rp1,211 Triliun Berhasil Dorong Laba 13,7%
-
Perbedaan May Day dan Mayday, Mana yang Artinya Hari Buruh?
-
Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026
-
Perjuangan 16 Tahun Ibu Penjual Jalangkote ke Tanah Suci
-
Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni
-
10 Jam Menari di Tepian Musi, Ribuan Penari Satapa Satukan Tradisi dan Zaman
-
Terbongkarnya Aksi Pembakaran Gudang Rokok di Malang, Pelakunya Ternyata Orang Dalam