Pengalaman Coach Shin mengurusi dua kelompok anak didik yang salah satunya semalam bikin skor 2-0 tanpa balas dari Timnas Turkmenistan.
Dalam jajaran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI, Shin Tae-yong termasuk salah satu yang paling sibuk. Pelatih asal Korea Selatan ini tengah menangani dua Tim Nasional atau Timnas Indonesia sekaligus.
Pertama adalah Timnas Indonesia Senior dengan peruntukan FIFA Matchday 2023 melawan Timnas Turkmenistan. Satu lagi Timnas U-23 untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 yang berada di Grup K bersama Taiwan dan Turkmenistan.
Dikutip dari kanal Bola Suara.com, Coach Shin, sapaannya, menyatakan mengalami kelelahan karena mondar-mandir, bolak-balik Solo dan Surabaya untuk mengurusi mereka semua.
Akan tetapi ia bahagia bisa mendampingi kedua Timnas Indonesia. Pertama di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya untuk FIFA Matchday 2023 (8/9/2023), dan kedua di Stadion Manahan Solo, untuk melawan Timnas Taiwan serta Turkmenistan (6-12/9/2023).
"Jujur, saya capai. Tubuh saya mengalami kelelahan karena perjalanan lumayan jauh, antara Solo dan Surabaya," papar Coach Shin.
"Namun hati dan mental saya senang karena Timnas Indonesia U-23 itu perkembangannya sangat luar biasa," lanjut mantan pemain sepak bola Timnas Korea serta pelatih Timnas Korea di Piala Dunia 2018 itu.
Ia memang lebih fokus kepada Timnas Indonesia U-23 sehingga Timnas Indonesia Senior dititipkan kepada sang asisten, Choi In-Cheol. Akan tetapi, Coach Shin mendampingi Timnas Indonesia Senior ketika pertama kali kumpul untuk latihan pada 4 September, sebelum bertolak ke Solo mengurusi Timnas Indonesia U-23.
Sesudahnya, Coach Shin kembali ke Surabaya menilik laga antara Timnas Indonesia Senior melawan Timnas Turkmenistan dan kembali ke Solo.
Hasil 2-0 yang diperoleh Timnas Indonesia Senior dalam laga kontra Timnas Turkmenistan tentunya membuat kelelahan Coach Shin terbayar tuntas. Semoga perolehan positif ini terus berlangsung untuk Timnas Indonesia U-23.
Berita Terkait
-
Dipanggil Masuk Timnas Indonesia dan Sukses Bikin Gol di FIFA Matchday 2023, Shin Tae-yong Puji Egy Maulana Vikri, Namun ...
-
Comeback ke Timnas Indonesia dan Sarangkan Gol di FIFA Matchday 2023, Ini Profil dan Biodata Egy Maulana Vikri
-
Sarangkan Bola di FIFA Matchday 2023 Lawan Timnas Turkmenistan, Ini Profil dan Biodata Dendy Sulistyawan Arek Jatim
-
Timnas Indonesia Gulung Turkmenistan 2-0, Shin Tae-yong Berkreasi Tiga Ubahan Formasi Sepanjang Laga
-
Detik-Detik Hadapi Turkmenistan di FIFA Matchday 2023, Coach Shin Tae-yong Ubah Formasi Timnas Indonesia Seperti Ini
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret