Keputusan yang diambil Anies Baswedan untuk menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal calon wakil presidennya masih menjadi buah bibir banyak orang.
Partai Demokrat sendiri menjadi salah satu pihak yang sangat terdampak keputusan tersebut, bahkan sampai hengkang dari Koalisi Perubahan.
Bahkan rasa sakit hati itu kembali ditonjolkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, dalam tayangan Indonesia Lawyers Club.
"Kita ini bukan partai kaya, jadi nggak usah diturunkan. Wajah Mas Anies dipilok saja lah," ucap Jansen di awal, merujuk pada banyaknya materi promosi Anies sebagai bakal calon presiden yang didukung Demokrat, dikutip pada Kamis (14/9/2023).
Menurut Jansen, selama ini partainya sudah berusaha keras untuk membantu dan mendukung Anies. Termasuk membela ketika mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut diserang dengan berbagai isu, salah satunya dugaan kasus korupsi Formula E.
Namun semua upaya ini malah dibalas dengan Anies yang lebih memilih Cak Imin menjadi calon wakilnya. Padahal menurut Jansen, Anies dahulu sudah pernah menjanjikan posisi tersebut kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Ketika Mas Anies dideklarasikan oleh NasDem, itu sesungguhnya PT 20 persennya belum terpenuhi karena masih sendiri. Di bulan Januari kemudian Mas Anies datang ke tempat kita, komunikasi dengan Mas AHY, 'Ayo Mas, mari kita menjemput takdir'. Ketika itu Mas Anies mengatakan, 'Saya akan bawa NasDem, jenengan Mas AHY bawa Demokrat, nanti kita berdua sama-sama membawa PKS'," kata Jansen.
Janji-janji inilah yang membuat Partai Demokrat marah sampai menyebut Anies wanprestasi dengan memilih Cak Imin sebagai bacawapres.
"Karena itulah kemudian keluar kata-kata Mas Anies ini mengingkari, wanprestasi, atau istilah apapun itu, atau pengkhianat. Proses berjalan begitu, Mas Anies kemudian menyampaikan lagi, 'Guru spiritual saya, ibu saya, ingin Mas AHY menjadi wakil presiden'," ungkap Jansen.
"(Karena itulah) jenengan pengkhianat, ada cukup banyak kata-kata jenengan yang nggak bisa dipegang dan masyarakat Indonesia harus tahu karena kita akan memilih presiden," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions dari Telkom untuk Mahasiswa
-
FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi
-
Gempa Pacitan Robohkan Bangunan Tua hingga Timpa Kafe di Blitar, Ini Penjelasan BPBD
-
Purbaya Mau Ambil PNM, Bos Danantara: Hanya Omon-omon
-
Mengapa Banyak Orang Percaya Elite Global Adalah Reptil?
-
7 Fakta Kebakaran Dua Rumah di Pati, Ternyata Pelakunya Anak Korban
-
Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?
-
Bukan Soal Talenta, John Herdman Temukan Kegagalan Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
-
Ingin Kuliah Rasa Luar Negeri di Unhas? Cek Cara Raih 'Golden Ticket' Kelas Internasional 2026
-
Harga Mobil Mazda Terbaru Februari 2026, CX-3 Mulai Berapa?