Artis Maudy Ayunda tengah dikritik buntut mengumbar cita-cita menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kontroversi Maudy Ayunda ini muncul karena ia ingin menghapus sistem pilihan ganda dan mengubahnya dalam bentuk esai atau jawaban terbuka.
"Bisa dibilang aku pasti akan mengubah satu assessment (evaluasi pendidikan). Karena assesment itu memfilter keseluruhan. akhirnya akan berdampak ke cara guru mengajar, cara murid belajar, dan cara orang tua mengapresiasi atau memberi reward ke anaknya," ungkap Maudy Ayunda, dikutip dari Suara.com, Minggu (17/9/2023).
Menurutnya, sekolah-sekolah di Indonesia perlu menerapkan assessment dalam bentuk open ended question.
Ia menilai kalau ini akan jauh lebih baik ketimbang multiple choice atau pilihan ganda karena nanti yang dinilai berpikir kritis atau analisisinya.
Hanya saja keinginan Maudy Ayunda ini banyak mendapatkan kritik. Salah satu warganet menyebut kalau aktor film Perahu Kertas itu tidak pernah menjadi siswa di sekolah negeri.
"Maudy Ayunda ngomongin pendidikan Indonesia padahal sekolah aja ga pernah di sekolah negeri dan juga ga pernah ngerasain pendidikan tinggi di Indonesia, ya gagasannya ga bakal relatable lah itu coy," tulis akun itu.
Lantas apakah benar Maudy Ayunda tidak pernah menjalani pendidikan di sekolah negeri.
Lebih jelasnya berikut biodata Maudy Ayunda hingga rekam jejak pendidikannya.
Profil Maudy Ayunda
Maudy Ayunda memiliki nama lengkap Ayunda Faza Maudya. Ia lahir dari pasangan Didit Jasmedi R. Irawan dan Muren Murdjoko di Jakarta, 19 Desember 1994.
Maudy Ayunda sendiri dikenal sebagai aktris, model, aktivis, penulis, hingga penyanyi sekaligus penulis lagu.
Maudy Ayunda juga sudah menikah dengan Jesse Choi di tahun 2022 kemarin.
Pendidikan Maudy Ayunda
Maudy Ayunda bersekolah di SD Al-Azhar hingga kelas dua. Namun ia pindah ke Sekolah Interkultural Mentari hingga lulus SMP.
Saat pindah sekolah itu ia juga kerap mengalami kendala. Pasalnya ia harus belajar bahasa Inggris di sekolah internasional, sementara ia masih terbiasa dengan bahasa Indonesia dan Jawa.
Setelah lulus SMP, Maudy Ayunda melanjutkan SMA di British School Jakarta. Di sana ia juga berkesempatan menjadi Ketua OSIS.
Usai lulus SMA, Maudy Ayunda kuliah di Universitas Oxford, Inggris dan mengambil jurusan PPE (Philosophy, Politics and Economics). Di sini dia memulai studi pada September 2013 dan lulus di tahun 2016.
Kemudian di tahun 2019, Maudy Ayunda melanjutkan gelar S2 dan berhasil diterima di Universitas Harvard dan Universitas Stanford. Hal ini juga sempat membuat jagat maya heboh karena prestasi Maudy Ayunda.
Pada akhirnya dia memilih kuliah di Universitas Stanford dan lulus di tahun 2021 dengan gelar ganda untuk jurusan bisnis (M.B.A.) dan pendidikan (M.A.).
Singkatnya, berikut rekam jejak pendidikan Maudy Ayunda
- SD Al-Azhar: hanya sampai kelas 2 SD
- Sekolah Interkultural Mentari: hingga lulus SMP
- British School Jakarta: hingga lulus SMA
- Universitas Oxford: S1
- Universitas Stanford: S2
Karier Maudy Ayunda
Maudy Ayunda memulai debutnya di dunia hiburan tanah air lewat film “Untuk Rena” yang dibintanginya bersama Surya Saputra pada tahun 2005.
Sempat berhenti karena melanjutkan SMA, Maudy kembali mendapatkan peran di film produksi Miles Films yang merupakan sekuel film Laskar Pelangi berjudul Sang Pemimpi pada 2009.
Tidak hanya jago di bidang akting, Maudy Ayunda juga terjun ke dunia tarik suara. Pada 2011, Maudy Ayunda juga merilis album musik. Ia juga mengisi lagu untuk film Perahu Kertas. Lagu itu yang membuatnya terpilih menjadi pendatang baru di dunia musik hingga dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia 2013.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran