Maudy Ayunda tengah menuai kontroversi usai mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia dihujat dikritik lantaran ingin menghapus sistem pilihan ganda dan mengubah dalam bentuk esai atau jawaban terbuka.
Di tengah kasus itu, ternyata suami Maudy Ayunda, Jesse Choi, mengungkapkan kalau dirinya pernah menjadi guru. Pengalamannya ini diceritakan lewat YouTube pribadi Maudy Ayunda.
Jesse Choi menjelaskan kalau pekerjaan pertamanya adalah guru, meski hanya magang. Hal itu dia lakukan saat Jesse masih menempuh bangku perkuliahan.
"Pas aku muda di SMA dan kuliah, aku ngajar," kata Jesse Choi pada Maudy Ayunda, dikutip Minggu (17/9/2023).
Maudy Ayunda sempat kaget mendengar pengakuan itu. Sebab selama ini dia mengetahui kalau suaminya hanya pernah mengajar les.
"Tunggu, apa maksudnya dengan jadi guru? Kamu ngajar di SAT (ujian masuk kuliah)? Kamu kayak guru les gitu kan?" tanya Maudy.
"Aku juga guru les tapi aku juga ngajar di kelas. Beneran kelas gitu," jawab Jesse.
"Oh really?" ungkap Maudy keheranan.
Jesse akhirnya menjelaskan kalau dia sempat mengajar mata pelajaran matematika dan kimia. Bahkan dirinya juga pernah menjadi guru golf.
"Iya, kamu enggak tahu ini? Jadi aku ngajarin matematika, kimia, di kelas yang ada muridnya gitu. Aku ngajari kimia lanjutan. Buat kelas musim panas. Aku juga ngajarin golf buat anak-anak," beber dia.
Maudy kembali menegaskan kalau suaminya itu memang pernah bercerita soal pengalaman guru les. Tapi dia tidak mengetahui masa lalu Jesse yang sempat menjadi guru.
"Aku enggak pernah (tahu menjadi guru)," tandasnya.
Maudy Ayunda ingin jadi Menteri Pendidikan
Sebelumnya Maudy Ayunda menjadi trending usai pernyataan ingin hapus sistem pilihan ganda jika jadi Menteri Pendidikan. Dalam pernyataannya ia ingin melakukan evaluasi sistem pendidikan yang sudah ada.
"Bisa dibilang aku pasti akan mengubah satu assessment (evaluasi pendidikan). Karena assesment itu memfilter keseluruhan, akhirnya akan berdampak ke cara guru mengajar, cara murid belajar, dan cara orang tua mengapresiasi atau memberi reward ke anaknya," ungkap Maudy Ayunda.
Namun, ungkapan Maudy Ayunda tersebut mendapat banyak kritikan. Pasalnya, menurut masyarakat ide Maudy Ayunda tidak realistis dengan keadaan pendidikan Indonesia saat ini. Apalagi, masih banyak masalah yang dinilai harus diperbaiki.
Tidak hanya itu, masyarakat menilai Maudy Ayunda seharusnya bisa paham keadaan terlebih dahulu. Bahkan, tidak sedikit yang membandingkan pendidikan Maudy Ayunda yang selalu berada di sekolah bagus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pesantren Darul Istiqamah Maros Tutup Jalan, Pesta Pernikahan Warga Terancam Batal
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Kapan Harus Reapply Sunscreen? Ini 7 Rekomendasi Tabir Surya yang Mudah Diblend
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
9 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Selama April 2026, Belanja Jadi Hemat
-
Maia Estianty dan Irwan Mussry Takjub saat Ziarah ke Makam Imam Bukhari di Uzbekistan
-
Sekufu Bukan Hanya Soal Jodoh: Mengapa Pertemanan Juga Butuh Kesetaraan
-
Belum Reda! 348 Gempa Susulan, Getaran M4,8 Kembali Guncang Timur Bitung
-
Rekor 1 Juta Kendaraan: Rahasia di Balik 'Zero Fatality' Tol Bakter Selama Mudik Lebaran 2026