/
Senin, 18 September 2023 | 12:46 WIB
JIS (Antara)

Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utawa batal menjadi tempat pembukaan FIFA Wolrdcup U-17. FIFA berakhir memilih Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. 

Batal jadi tempat pembukaan pagelaran besar, JIS sering kali disbeut-sebut kental akan politik. Padalah menurut pengamat, batalnya JIS menjadi tempat pembukaan hajat besar FIFA itu bukan soal politik. 

"Publik terbelah pro dan kontra karena sejak awal JIS disanggap sebagai staion politik bukan stadion olahraga," ungkap pengamat politik Adi Prayitno seperti dikutip dari kanal YouTube TvOne. 

"Ketika JIS diutak-atik sekali pun urusan sepakbola tapi publik tidak berhenti dikaitkan dengan like dan dislike ke Anies Baswedan," imbuhnya. 

Adi menyebutkan mustinya pemerintah dan PSSi bisa memutus anggapan JIS yang dipolitisasi. 

"Ini tidak mudah, makanya memasuki tahun politik kita tahu apalagi sempat disebutkan JIS jadi tempat pembukaan kemudian dibatalkan dengan alasana drawing dan lainnya, padahal ini soal drawing ini soal Indonesia harus main di Surabaya," tandasnya. 

Seperti Adi Prayitno, pendiri Football Institute, Budi Setiawan juga menyebutkan bahwa pembatalan JIS jadi tempat pembuka FIFA Worldcup U-17 bukan karena poitik. Pasalnya ketua PSSI, Erick Tohir malah mengajukan JIS pada FIFA. 

"Jaman Pak Iwan Bule JIS dianggap enggak layak di pertandingan internasional, di zaman Erick JIS disodorkan jadi tuan rumah," kata Budi. 

"Jadi saya melihatnya kalau PSSI politik enggak mungkin direkomendasikan jadi salah satu venue," tandasnya. 

Baca Juga: Ibu Virgoun Klaim Banyak Wanita Sodorkan Diri Jadi Istri Anaknya: Ada yang Punya Anak dan Masih Gadis

Load More