- Brent di USD 67,72 & WTI USD 62,86 saat pasar menanti hasil perundingan AS-Iran.
- Ketegangan militer menahan harga minyak agar tidak merosot lebih dalam
- Produksi minyak akan dinaikkan pada April guna penuhi permintaan musim panas.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia terpantau stabil pada perdagangan Senin (16/2/2026). Pelaku pasar cenderung wait and see menanti hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun tipis 3 sen ke level USD 67,72 per barel pada pukul 08.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka USD 62,86 per barel, juga turun 3 sen. Sebagai catatan, tidak ada penyelesaian transaksi WTI hari ini karena libur pasar di AS.
Pelemahan tipis ini melanjutkan tren akhir pekan lalu, di mana Brent terkoreksi 0,5% dan WTI turun 1%. Sentimen negatif dipicu oleh pernyataan Presiden AS terkait potensi kesepakatan dengan Teheran dalam waktu dekat.
AS dan Iran dijadwalkan memulai putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa pada Selasa besok. Pihak Iran menargetkan kesepakatan ekonomi yang menguntungkan, khususnya di sektor energi, pertambangan, dan pengadaan pesawat.
Namun, ketegangan militer tetap membayangi. AS dilaporkan telah mengerahkan kapal induk kedua sebagai langkah antisipasi. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengancam akan membalas setiap serangan terhadap wilayah mereka dengan menyasar pangkalan militer AS.
Di tengah ketidakpastian ini, aliansi OPEC+ dikabarkan berencana meningkatkan kembali volume produksi pada April mendatang. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan energi saat memasuki musim panas.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai harga saat ini masih tertahan oleh "premi risiko" geopolitik.
"Ekspektasi kesepakatan sebenarnya sangat rendah. Ini kemungkinan hanya ketenangan sebelum badai. Jika dukungan geopolitik itu tidak ada, harga WTI kemungkinan sudah di bawah USD 60 pagi ini," ujar Sycamore.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun