Fadli Zon dikenal sebagai salah satu politikus yang sangat kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun taringnya seolah tak lagi tajam setelah Prabowo Subianto dan Partai Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi di 2019.
Malah belakangan imejnya sebagai kritikus Jokowi semakin sirna setelah Prabowo juga berkoar-koar akan meneruskan pekerjaan sang presiden bila memenangkan Pilpres 2024.
Hal ini juga seolah semakin tegas setelah Fadli hadir di program Q&A unggahan kanal YouTube METRO TV. Awalnya Fadli diminta untuk menyebutkan nama seorang presiden paling ideal menurut versinya.
"Kalau saya sih, saya melihat semua presiden itu ada plus ada minusnya, dan pasti ada kekuatannya, ada kelemahannya," kata Fadli, dikutip pada Senin (18/9/2023).
"Tapi kalau ditanya di antara itu siapa, menurut saya bagaimanapun peran Pak Harto itu luar biasa. Tentu dengan segala catatan juga ya," sambung Fadli.
Lantas Fadli ganti ditanyai perihal kebijakan pemerintahan sekarang, yang tidak lain adalah era kekuasaan Jokowi. Rupanya elite Partai Gerindra itu diminta untuk beropini soal kebijakan pemerintahan sekarang yang tidak pro rakyat.
Tak disangka Fadli kemudian malah memuji Jokowi dan kebijakan-kebijakannya lantaran dinilai sudah pro rakyat.
"Saya pikir adalah niat baik dari kebijakan itu adalah pro rakyat," jawab Fadli yang sontak membuat pembawa acara pun terkejut.
"Wow, seorang Fadli Zon lebih manis ya sekarang," celetuk sang pembawa acara sementara politikus itu cuma tersenyum.
Baca Juga: Anies Baswedan Bantah Khianati Janji Tak Ganggu Pencapresan Prabowo Subianto: Terlalu Jauh!
Namun Fadli kemudian menjelaskan bahwa kebanyakan kebijakan itu tidak diimplementasikan dengan benar.
"Tapi implementasinya kadang-kadang tidak sesuai. Misalnya kita lihat di dalam mengurangi kemiskinan, soal subsidi, praktiknya saya kira belum sesuai dengan yang diinginkan," jelas Fadli.
Selain itu ada beberapa hal lain yang belum pro rakyat di era Jokowi. "Prioritas untuk bagaimana pendidikan dan kesehatan itu sangat penting ya. Dibandingkan dengan misalnya infrastruktur tertentu," terang Fadli.
Hanya saja Fadli enggan membeberkan lebih detail penjelasannya soal pro dan kontra kebijakan-kebijakan era pemerintahan Jokowi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI