Sejak resmi dideklarasikan sebagai Bacapres 2024 oleh Partai NasDem, Anies Baswedan kerap disentil dengan pengakuannya tidak akan mengkhianati Prabowo Subianto yang pernah disampaikan di masa lalu.
"Jadi ketika ada yang datang mendiskusikan, saya sampaikan, 'Selama ini ada Pak Prabowo, saya tidak mau memikirkan (tawaran menjadi capres)', not even thinking," kata Anies ketika diwawancara Najwa Shihab tahun 2018 silam, dikutip pada Senin (18/9/2023).
Pernyataan inilah yang kemudian kerap diungkit hingga membuat Anies dicap sebagai pengkhianat. Pasalnya kini Anies dan Prabowo akan sama-sama bertarung di Pilpres 2024.
Namun blak-blakan Anies merasa tidak ada pengkhianatan di sini. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian menganalogikannya dengan tawaran makan.
"Kalau ini saya ditawari makan, (dijawab) 'Enggak mau makan, saya kenyang'. Apakah kemudian seumur hidup saya kenyang? Ya pada saat ini saya katakan saya kenyang, itu kira-kira analogi," ujar Anies dalam wawancara terbarunya bersama Najwa.
Anies lantas menerangkan bahwa saat itu dirinya belum genap setahun menjabat di DKI Jakarta. Anies lantas memastikan kepada Prabowo selaku salah satu pengusungnya, yakni bahwa dirinya akan tetap bertugas di Ibu Kota selama 5 tahun.
"Jadi ketika setahun kemudian saya diundang menjadi cawapres, diundang menjadi capres, saya katakan tidak," tegas Anies.
Anies mengaku memegang teguh janji tersebut dan berhasil menuntaskannya hingga tahun 2022 kemarin. "(Tapi) saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian, ya inilah yang menjadi komitmen kami," kata Anies.
"Pak Prabowo ini akan maju pilpres tahun 2019, jadi saya katakan, 'Saya tidak akan meng-intercept pencalonan Bapak tahun 2019 besok', selesai, jadi itu semua sudah ditunaikan. Jadi tidak ada yang dikhianati," ungkapnya lebih lanjut.
Ditegaskan lebih jauh oleh Anies, pernyataannya tidak akan maju di pilpres selama ada Prabowo adalah dalam konteks lima tahun selama dirinya menjabat di Ibu Kota.
"Jadi menurut saya agak terlalu jauh kalau kemudian dinyatakan sampai kapanpun saya tidak bersedia dicalonkan," terang Anies.
"Sekarang juga saya tidak mencalonkan diri. Saya sedang bertugas di Jakarta, dicalonkan oleh partai yang pada saat Pilkada juga tidak mendukung saya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Jika Gaji Rp 8 Juta Masuk Kategori MBR, Apa Kabar Karyawan yang Mentok UMR?
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
4 Pilihan Cushion Mini, Solusi Praktis Touch-Up di Mana Saja
-
Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi