Inilah sosok orang yang ikut andil dalam sukses Hugo Samir, tidak lain adalah Papi Jacko.
"Ini Hugo e, bikin gol perdana," terdengar sebuah suara berbahasa khas Indonesia Timur, dengan kamera menyorot ke arah seseorang yang mengenakan jersey Timnas Indonesia dan tengah cuci muka.
"Perdana, terima kasih!" sambut yang diajak bicara sembari tersenyum, dan meletakkan tangan di dada. Ia adalah Hugo Samir. Salah satu pencetak gol Indonesia dalam laga pembukaan Grup F di Asian Games 2022 kontra Kirgistan yang berakhir 2-0 untuk Timnas Indonesia.
Itulah gol yang dipersembahkan Hugo Samir, putra dari Jacksen Ferreira Tiago. Satu lagi dibuat Ramai Melvin Rumakiek atau lebih akrab disapa Ramai Rumakiek.
Jacksen Ferreira Tiago atau Papi Jacko, demikian sapaan sayang dari anak-anaknya, tidak lain adalah salah satu pelatih Timnas Indonesia dan berbagai klub sepak bola profesional Tanah Air. Dua anak lelakinya adalah Hugo Samir Tiago serta Diego Tiago.
Dalam salah satu unggahan di media sosial Instagram atas nama pribadinya, Papi Jacko dengan penuh kebanggaan mengunggah potret Hugo Samir yang termasuk salah satu mahasiswa Unesa atau Universitas Negeri Surabaya sebagai penerima pendidikan jalur prestasi. Ia menuliskan, "Semoga prestasi di dunia olah raga kalian dibarengi ilmu pendidikan yang tinggi. Commitment & Disiplin" serta emoji tangan mendaraskan doa.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah profil dan biodata Jacksen Ferreira Tiago. Kadang disingkat sebagai Jacksen F. Tiago, atau anak-anak memanggilnya Papi Jacko.
Ia berasal dari Brasil, negeri yang banyak menghasilkan pembalap Formula 1 (F1) serta sepak bola, kelahiran 28 Mei 1968.
Karier perdananya di Tanah Air adalah pemain sepak bola Persebaya, dan berlanjut menjadi pelatih di klub sama. Ia fasih berbahasa Indonesia hingga Suroboyoan, salah satu sub-bahasa Jawa, dan kini ia melatih SSB N 2 Mimika.
Saat pertama kali tiba di Indonesia dan bermain di Liga Indonesia, Jacksen F. Tiago bermain untuk kesebelasan Petrokimia Putra dan mampu ikut mengantar tim sebagai runner-up Liga Indonesia pertama.
Sesudahnya bermain di PSM Makassar lalu ke Persebaya Surabaya, dengan prestasi keren dalam Liga Indonesia musim 1996/1997.
Selanjutnya bermain abroad ke Geylang United Singapura selama setahun, kemudian pindah lagi Persebaya dan Petrokimia hingga gantung sepatu pada 2001.
Sukses dibukukan, mampu mengangkat Persebaya yang terdegradasi satu musim sebelumnya ke Divisi Utama pada 2003 dan juara pada 2004.
Beberapa tahun kemudian, Jacksen F. Tiago menandatangani kontrak untuk melatih Persipura Jayapura. Selama kepemimpinannya di Persipura Jayapura, ia telah memberikan tiga gelar Liga Super Indonesia di musim 2008-2009, 2010-2011, serta 2012-2013.
Mulai Maret 2013, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta Jacksen F. Tiago menjadi pelatih tim nasional Indonesia untuk menghadapi Arab Saudi dalam babak Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 didampingi Rahmad Darmawan.
Pada April 2013, ia menunjuk Yeyen Tumena dan Oswaldo Lessa sebagai pendamping pelatih, karena Rahmad Darmawan menangani Timnas U-23 di SEA Games Myanmar.
Profil dan biodata Jacksen F. Tiago
Nama lengkap: Jacksen Ferreira Tiago
Nama beken: Jacksen F. Tiago, JFT
Lahir: Rio de Janeiro, Brasil, 28 Mei 1968
Postur: 170 cm
Posisi: Striker
Penghargaan
Sebagai pemain
1984 Rio State Championship Second Level bersama tim Bonsucesso
1990 Campeonato Sergipano bersama Confiança
1996–1997 Liga Indonesia Premier Division bersama klub Persebaya dan secara individual sebagai Top Goalscorer Indonesia Premier Division Top Goalscorer
Sebagai manajer
Indonesia Super League Fair Play Award (2008–2009)
Indonesia Super League Coach of the Year (2013)
Mario Jorge Lobo Zagallo Trophy (2011)
Karier
Baca Juga: Berlatih di Jerman, Timnas Indonesia U-17 Pakai Lapangan Sintetis Borussia Muenchengladbach
Sebagai pemain
Junior
Flamengo (1975-1983)
Senior
Bonsucesso(1984-1989)
Confiança (1990)
Madureira (1991)
Botafogo (1992)
Americano (1992)
Noroeste (1993)
Valério (1993)
Rubro Social (1994)
Indonesia
Petrokimia Putra (1994–1995)
PSM Makassar (1995–1996)
Persebaya Surabaya (1996–1998)
Persebaya Surabaya (1999–2000)
Petrokimia Putra (2001)
Berita Terkait
-
Berlatih di Jerman, Timnas Indonesia U-17 Pakai Lapangan Sintetis Borussia Muenchengladbach
-
Timnas Indonesia U-17 Latihan di Markas Borussia Muenchengladbach, Klub Juara Bundesliga 5 Kali
-
Timnas Indonesia Menang 2-0 Atas Kirgistan, Indra Sjafri Sebut Pemain Tidak Jalani TC dan Ketemuan Langsung di Tiongkok
-
Kontrak Berakhir Belum Diketahui Diperpanjang atau Tidak, Shin Tae-yong Menyimpan Keinginan Mulia Ini
-
Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022 Tanpa Ramadhan Sananta, Simak Prediksi Pertandingan Petang Ini Lawan Kirgistan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Lantai 4 Bangunan Asrama Polri Kalideres Terbakar, Atap Runtuh Timpa Mobil Parkir
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: 8 Nama Korban PK-CFX, Dari Pilot hingga Penumpang
-
Ketika Detektif Legend Pensiun: Keseruan Investigasi di Buku His Last Bow
-
Dean Zandbergen Menggila di Belanda, Calon Striker Timnas Indonesia Panen Penghargaan
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan
-
Millen Cyrus Pamer KTP Perempuan, Resmi Ubah Identitas?
-
Tragedi Jalur Soekarno-Hatta Probolinggo: Dua Nyawa Melayang dalam Kabin Truk yang Ringsek
-
Siapa Goldman Sachs yang Penasaran dengan Ekonomi Indonesia karena Paparan Menkeu Purbaya?
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK
-
Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari