Pengalaman unik dialami oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud saat menghadiri laga final Piala Ketua DPR Provinsi Kalimantan Timur.
Pasalnya, setelah menonton pertandingan sepak bola tersebut, salah satu penonton berteriak kepada Rahmad Mas'ud untuk meminjam uang Rp 100.000.
Kalimat "pinjam Rp 100.000" belakangan menjadi populer di dunia maya untuk berhutang. Namun, rupanya kalimat tersebut menjadi bahan bercandaan di antara anak muda.
Tetapi tak disangka, lelaki yang tak diketahui namanya itu berteriak meminjam uang Rp 100.000 kepada Rahmad Mas'ud yang sedang berjalan di pinggir lapangan.
Hanya dibataskan dengan pagar besi, penonton itu duduk di lapangan dengan bagian salah satu tangan terjulur ke luar pagar.
"Pak, pak pinjam 100 pak," teriak penonton tersebut.
Alih-alih mengabaikan teriakan penonton tersebut, Rahmad Mas'ud justru menghampirinya sembari mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Rupanya, Rahmad benar-benar memberi penonton tersebut uang Rp 100.000 yang dimintanya.
"Wih, makasih pak," ucap penonton itu lagi.
Momen tersebut terekam dan dibagikan melalui akun Instagram resmi Rahmad Mas'ud. Unggahan itu kemudian menuai beragam komentar dari warganet.
Baca Juga: Sampai Nyasar, Fuji Diduga Terlalu Fokus Teleponan dengan Asnawi Mangkualam
Tak sedikit warganet lainnya yang mempertanyakan bagaimana penonton itu akan mengembalikan uang Rp 100.000 yang dipinjamnya dari Wali Kota, mengingat kata yang diteriakkannya adalah "pinjam", bukan "minta".
"Kalau bilangnya minjem, harus balikin dong wkwk," tulis akun @a_t_*_*_*_*
"Next pinjem 100 ke presiden," komentar @ru***********
"Itu bocah sampe sekarang bingung gimana caranya balikin uang yang dipinjem," tambah @az**********
"Hahaha lucu banget lagi bapaknya mau aja," sahut @th*********
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel