Berlandaskan viral dan demi konten sampai review jujur, terpikirkah akan ada kejadian gulung tikar?
Warung Nyak Kopsah alias Madun Oseng yang beralamat di Bendungan Sipon, dekat sebuah rumah sakit ternama di Kota Tangerang jadi pembicaraan viral. Dimulai dari review jujur, berlanjut saling bela dan saling serang, sampai dibumbui topik menyangkut fisik, semuanya bisa dijumpai di media sosial TikTok.
"Gelombang banjir" selanjutnya, calon konsumen berduyun-duyun menyatakan terima kasih telah mendapatkan gambaran jujur. Lainnya ada yang memanfaatkan situasi dan membuat ulasan lagi, demikian berulang-ulang hingga trending dan viral kembali. Termasuk laporan pandangan mata terbaru. Mulai harga sampai kondisi terupdate diberitakan lagi.
Akan tetapi, di luar situasi ini hadir pandangan mencerahkan. Bukan pembelaan, namun anti-memojokkan, sekaligus wacana bagaimana membuat peran media sosial tidak lebih dominan dalam situasi begini.
Salah satunya adalah pendapat Anne Avantie, desainer kondang Tanah Air yang berbincang dengan Helmy Yahya dalam podcast Helmy Yahya Bicara.
"Jangan sedikit-sedikit kamu posting, mesakake sing dodolan, mati mereka," demikian dipaparkan Anne Avantie sebagaimana bisa disimak di media sosial TikTok atas nama akun pribadinya.
Maknanya adalah, jangan semua yang diamati dan dilihat atau disimak langsung bablas posting selalu. Kasihan yang berjualan, bisa mati mereka dibuatnya.
Lebih detail, dalam podcast Helmy Yahya Bicara itu, Anne Avantie yang selalu berbusana menjunjung tinggi kriya Tanah Air antara lain kain batik ini memaparkan, "Sebenarnya media sosial itu kalau kita gunakan untuk sesuatu yang baik pasti dampaknya akan luar biasa. Karena itu salah satu teknologi yang memang benar-benar mengubah dunia."
"Persoalannya, banyak orang terbunuh hajat hidupnya karena mungkin terlalu bebasnya media sosial yang tidak terkendali lewat jari-jari. Apa-apa diposting. Mosting dulu mikir keri," jelas Anne Avantie, kalimat paling belakang artinya adalah posting dahulu, berpikir nanti saja atau belakangan.
Dampaknya ada dua, pertama membuat orang lain lebih hidup, atau berkembang lebih baik. Namun dampak satu lagi adalah mematikan hajat hidup banyak orang melalui kekurangan-kekurangan yang sebetulnya masih bisa kita perbaiki.
"Hidup kok revia review revia review, kalau kamu nggak suka, nggak usah kembali. Selesai," tandas desainer yang banyak menangani busana pengantin selebritis Tanah Air ini.
Menurutnya, tidak hanya membunuh karakter orang, akan tetapi hajat hidup seseorang yang direview bisa kandas.
"Hajat hidup orang kok harus dibunuh, dimatikan oleh tangan-tangan, jari-jari yang tidak bertanggung jawab," ungkap Anne Avantie.
Menegur itu harus, karena kita butuh teguran untuk introspeksi. Namun ada caranya.
Lebih jauh, Anne Avantie mencontohkan, semisal memotret warung yang ada lalatnya. Bagaimana bila tempat makan itu kemudian tutup? Banyak orang yang ikut di dalamnya. Para karyawannya, dengan keluarga yang bergantung hidup dengan usaha itu.
"Juga supplier, petani, peternak, tukang parkir," ujar Helmy Yahya menambahkan.
Dan akan menjadi masalah seumur hidup bila mereka tidak bisa bekerja lagi.
Kesimpulannya, think before posting. Penjual bukannya tidak mau dikoreksi atau dikritik, namun sederet cara bisa dilakukan. Dalam agama pun dikenal pemahaman: bila ingin menegur, lakukan di bawah empat mata saja. Katakan pada supervisornya, manajernya, pemiliknya. Lantas solusinya apa.
Sekali lagi, pikirkan dahulu sebelum posting. Bila ada pihak keluarga sendiri mengalami PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja atau diberhentikan dari pekerjaan karena review seseorang mungkin baru bisa paham sebenar-benarnya.
Berita Terkait
-
Viral Video 2 Pondok di Pulau Datok Terbakar Akibat Warga Bakar Sampah
-
Viral di TikTok, Cara Menghitung Lama Pacaran Pakai Kalkulator Hari Jadian
-
Oklin Fia Kembali Main Instagram Setelah Kasus Jilat Es Krim Viral, Tak Lagi Berpakaian Ketat
-
Viral Video Kader Demokrat di Daerah Mulai Turunkan dan Sobek Baliho Anies - AHY
-
Viral Orang Indonesia Nikah Pakai Mahar Tiket Konser Coldplay
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Adegan Suami Pesan Makan Satu di FTV Kisah Nyata Viral, Disebut Mirip Cerita Salshabilla Adriani
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Lindungi Atlet, Ketua Umum FPTI Pastikan Bakal Tangani Laporan akan Ditangani Serius
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Play-Ins FFNS 2026 Spring: 36 Tim Perebutkan 9 Tiket Menuju Grand Finals
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
Review Film Iron Lung: Markiplier Sukses Hadirkan Ketegangan Tanpa Jumpscare Berlebih