Sebelum menjadi Menko Polhukam, Mahfud MD sempat hampir menjadi cawapres untuk Presiden Joko Widodo tahun 2019 silam.
Bahkan saat itu Mahfud disebut-sebut sudah memakai baju putih untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres, tetapi akhirnya batal dan digantikan oleh Ma'ruf Amin.
Hingga kini perkara alasan batalnya Mahfud menjadi cawapres Jokowi terus diperbincangkan. Namun belakangan cerita dari Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy menjadi sorotan.
Seperti dilihat di video Shorts unggahan kanal YouTube @TotalPolitik, Romy mengungkap cerita di balik layar para elite partai koalisi Jokowi tahun 2019 terkait wacana Mahfud dijadikan cawapres.
Menurut Romy, saat itu Jokowi bertanya kepada para ketua umum parpol koalisinya. Termasuk di antaranya ada Partai NasDem, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Saya tanya kepada ketua umum partai politik, kepada bapak-bapak ketua umum begitu," ujar Romy menirukan pernyataan Jokowi saat itu, dikutip pada Rabu (27/9/2023).
"Pak Surya (Surya Paloh), bagaimana pendapat Pak Surya kalau saya mengambil Mahfud MD sebagai wakil presiden saya?" sambung Romy soal pertanyaan Jokowi kala itu.
Menurut Romy, Paloh saat itu langsung menjawab dengan tegas seperti berikut, "Mahfud MD adalah ketua tim sukses Prabowo tahun 2014, 4 tahun ini nggak ada keringatnya untuk kita, alasan apa kita mencalonkan dia sebagai wapres?"
Lalu Jokowi beralih bertanya kepada Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, yang ternyata juga menolak bahkan mengancam akan menarik mundur dukungannya.
Baca Juga: Jawab Tudingan Cak Imin, Kaesang Ungkap Bekingannya di PSI Bukan Jokowi Tapi...
"Mahfud MD adalah orang yang mengusulkan pembubaran Golkar tahun 98. Saya mendapat pesan dari para senior, kalau Bapak tetap mencalonkan Mahfud MD, Golkar akan menarik diri dari pencalonan Bapak," ungkap Romy menirukan ucapan Airlangga.
Muhaimin Iskandar menjadi ketum berikutnya yang ditanya oleh Jokowi dan lagi-lagi penolakan lah yang didapatkan.
"Sikap PKB sikap PBNU, Pak, sampai hari ini Mahfud tidak dianggap sebagai orang NU," tegas Cak Imin kala itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Timnas Indonesia dan Iran Punya Modal Identik Jelang Final Piala Asia Futsal 2026
-
Membaca Halte Alam Baka: Pelajaran Hidup Tanpa Beban Penyesalan
-
Pre-Order Dibuka, Final Fantasy 7 Rebirth Siap ke Nintendo Switch 2 Sebentar Lagi
-
Honor Magic V6 Siap Guncang Mobile World Congress 2026, HP Lipat Fast Charging Tercepat di Kelasnya
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul
-
Berapa Besaran Zakat Fitrah 2026 di Sumatera Utara? Cek di Sini
-
Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bawa Hasil Diskusi MUI ke Penyidik Polda Metro Jaya
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
Pemilik Kucing di Blora Tolak Damai, Tuntut Pelaku Penganiayaan Hewan Diproses Hukum
-
Sempat Dirumorkan ke Persib, Cyrus Margono Justru Dilaporkan Gabung Persija