Eks elite Partai NasDem Zulfan Lindan kembali menegaskan keyakinannya soal Anies Baswedan yang tidak akan maju di Pilpres 2024. Sebab menurutnya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, masih berusaha untuk mencari jalan keluar dengan bubarnya Koalisi Perubahan tanpa perlu mengorbankan reputasinya sebagai politikus.
Hal ini diungkapkan Zulfan di kanal YouTube Total Politik, yang ternyata sekaligus menjadi wadah untuknya mengungkap kronologi sebenarnya di balik deklarasi Anies sebagai bacapres Partai NasDem. Menurut Zulfan, ternyata awalnya Paloh ingin mengusung Anies sebagai bacawapres dengan Ganjar Pranowo menjadi bacapresnya.
“Sebelum dia deklarasi kan dia ngomong sama saya, ‘Saya ketemu Jokowi, bawa sepaket: Ganjar (calon) presiden, Anies wakil’. (Zulfan bertanya) ‘Terus apa kata Pak Jokowi, Bang?’ (Dijawab Paloh) ‘Pak Jokowi setuju Ganjar calon presiden, tapi Anies walaupun wakil presiden (Jokowi) nggak setuju’,” tutur Zulfan, dikutip pada Kamis (28/9/2023).
Namun saat itu Paloh memutuskan untuk tetap mengusung Anies dengan beberapa alasan. “Anies itu kan intelektual, kader NasDem, pendiri ormas kita, gini gini gini, Islam-nya juga bagus, kita jalan aja,” kata Zulfan menirukan apa yang disampaikan Paloh saat itu.
Menurutnya, Anies rencananya akan dideklarasikan sebagai bacapres Partai NasDem pada 10 November 2022 alias sehari sebelum ulang tahun partai. Namun saat itu suhu politik mulai memanas, termasuk wacana Anies akan ditersangkakan dalam dugaan kasus korupsi Formula E DKI Jakarta.
Baca Juga: Takut Jokowi, Zulfan Lindan Yakin Surya Paloh Mati-matian Depak Demokrat Agar Koalisi Anies Bubar
Karena itulah Partai NasDem kemudian mendeklarasikan Anies beberapa hari lebih cepat dari jadwal hingga berujung dituding melindungi sang mantan Gubernur DKI Jakarta dari jeratan KPK. Namun langkah Paloh ini membuat partainya menjadi berjarak dari Presiden Joko Widodo yang rupanya membuatnya takut.
“Surya Paloh itu paling takut sama Jokowi, itu pasti, nggak usah sembunyi-sembunyi,” beber Zulfan. “Mendeklarasikan Anies yang membuat dia ada jarak hubungannya dengan Jokowi itu pengalaman pahit.”
Hal itu menjadi alasan Paloh berusaha merebut lagi hati Jokowi, termasuk dengan mendepak SBY dari Koalisi Perubahan hingga merekrut Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bacawapres Anies.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Callista Arum Ketakutan Lakoni Adegan Ekstrem di Film Tumbal Proyek
-
Cuma Pakai BRI, Saldo Tizzo Timezone Otomatis Jadi Dua Kali Lipat!