Keputusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadikan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum terus menuai pro dan kontra. Banyak yang menilai Presiden Joko Widodo tengah membentuk dinasti politik sampai disebut tidak nyaman lagi di PDI Perjuangan sehingga sedang menyiapkan pelabuhan lain pasca lengser tahun 2024 mendatang.
Namun ditegaskan oleh politikus senior PDIP Panda Nababan, pihaknya sebenarnya tidak mempermasalahkan Kaesang yang memilih bergabung dengan PSI. “Mohon maaf, jangan dipikir dengan Kaesang masuk ke PSI jadi ramai lagi DPP PDIP, dibahas lah itu. Maaf kata ya, nggak ada itu diomongin. Dari Ibu Mega juga nggak ada (respons), nggak segenting itu,” beber Panda, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat (29/9/2023).
Pasalnya menurut Panda, Kaesang memang bukanlah kader PDIP jadi merupakan haknya untuk kemudian memilih bergabung ke partai politik manapun.
Meski begitu, Panda sempat mempertanyakan mengapa politisi yang telah membesarkan PSI malah satu-persatu hengkang. “Seperti Guntur, Tsamara, Rian, itu ikonnya PSI. Rupanya memang mempersiapkan Kaesang mau masuk. Ya lucu-lucu aja, orang itu yang membesarkan PSI, orang itu ikonnya PSI, ada apa kok (keluar dalam waktu) relatif singkat? Oh rupanya karena Kaesang masuk,” sentil Panda.
Bukan hanya itu, Panda juga sempat mengungkit soal banyaknya logistik yang diperlukan untuk seseorang memimpin sebuah partai politik. “Kalau saya lihat, menjadi ketua partai saat ini, masa ini, dia mesti punya uang banyak. Harus punya uang banyak, membiayai organisasi ini,” ucap Panda, meski langsung berkelit ketika diminta mengonfirmasi apakah pernyataannya juga ditujukan kepada Kaesang.
Baca Juga: Luhut Puji Kaesang 'Membelot' dari Keluarga PDIP demi Jadi Ketum PSI: Aduh, Kamu Hebat!
Panda lantas menceritakan pengalamannya dengan beberapa tokoh yang pernah menjadi ketum partai. Seperti ketika KH Zainuddin MZ menjadi Ketum Partai Bintang Reformasi (PBR) atau Djan Faridz memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Artinya mengeluarkan dana itu tidak bisa dihindari, maksud aku memimpin partai itu tidak semudah seperti cerita teori-teori tadi. Ada pakem-pakem yang tidak bisa dihindari,” tandas Panda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangan Lewatkan! Jadwal Derbi Indonesia di Eredivisie: Maarten Paes vs Justin Hubner
-
Bocoran Spesifikasi iPhone 17e yang Dikabarkan Launching Bulan Ini
-
Misteri Buku Harian dan Kutukan Turun Temurun
-
Miris! Konten Unboxing Mahar yang Lecehkan Wanita Malah Jadi Tren
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Bikin Merinding, Viral Momen Tangis Histeris Ibu di Kendari Peluk Jasad Anaknya
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
4 Pilihan Sunscreen SPF 50 Terbaik Bikin Wajah Cerah, Atasi Flek Hitam
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara