/
Sabtu, 30 September 2023 | 19:52 WIB
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Anies Baswedan menyentil soal mahalnya ongkos politik ketika menjadi salah satu narasumber di Youth Summit IDEAFEST 2023. Karena itulah Anies menegaskan lagi pentingnya menertibkan pendanaan kegiatan politik demi meminimalisir praktik politik uang dan korupsi di masa depan.

 

“Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami demokratisasi. Negara-negara lain demokrasi lain sudah melakukan party financing, ini ada teorinya, ada praktiknya, tinggal Indonesia mau melakukan ini atau tidak,” ujar Anies, dikutip dari kanal YouTube Volix Media, Sabtu (30/9/2023).

 

Karena itulah Anies menyayangkan ada pemikiran politikus yang sudah menduduki jabatan publik tertentu harus balik modal alias mencari cuan sebanyak-banyaknya demi menutupi ongkos politik yang mahal.

 

“Tidak setuju dengan pandangan bahwa harus ngebalikin modal, (tapi) bahwa itu harus dibiayai, iya,” tutur Anies.

 

Namun yang menjadi sorotan, Anies setelah itu menyindir lagi masalah utangnya di Pilkada DKI Jakarta yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Disebutkan bahwa utang tersebut diberikan oleh Sandiaga Uno dan bernilai sebesar Rp50 miliar.

Baca Juga: Kini Ditolak Dian Sastro, Timses Anies-Cak Imin Juga Incar Najwa Shihab sampai Khofifah

 

Awalnya Anies menyebut bahwa modal-modal tersebut sebaiknya dianggap sebagai investasi untuk memperbaiki kondisi suatu wilayah yang dimenangkan di sebuah pemilu ketimbang dianggap sebagai utang.

 

“Bahkan ketika dulu saya maju di Pilkada Jakarta, ada yang memberikan saya utang. Saya minta utang ini boleh saya berutang untuk biaya (ongkos politik)? Tapi kalau saya menang, maka utangnya dianggap lunas, kalau saya kalah, maka saya akan bayar utang ini,” jelas Anies.

 

“Mengapa begitu? Karena kalau saya kalah, saya akan bekerja di luar pemerintahan. Kalau di luar pemerintahan, saya boleh mencari uang untuk menutup utang saya. Tapi kalau saya menang, saya tidak mau berada di pemerintahan dan harus membayar utang untuk biaya politik itu,” lanjutnya.

Load More