/
Senin, 02 Oktober 2023 | 14:16 WIB
Ganjar Pranowo. (Antara)

Bacapres 2024 dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo telah membentuk koalisi dengan PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura. Namun dibocorkan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy, Ganjar ternyata pernah mengincar untuk membentuk koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Sebagai informasi, PKS konsisten berada di pihak oposisi setelah Presiden Joko Widodo memenangkan Pilpres sejak tahun 2014. Kini PKS sendiri telah memutuskan untuk berada di Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

 

Dilihat di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Romy mengaku PPP sudah melakukan penjajakan terhadap Ganjar sejak akhir tahun 2022. Kala itu posisinya Ganjar belum dideklarasikan menjadi bacapres oleh PDIP.

 

“Pak Ganjar, Pak Mardiono (Ketua Umum PPP), dan Pak Ganjar, kami bertiga berdiskusi. Saat itu masih ada KIB dan belum lama didirikan, yang membahas kemungkinan bila Mas Ganjar tidak dicalonkan dari partainya, apakah mungkin dari KIB,” terang Romy, dikutip pada Senin (2/10/2023).

 

Menurut Romy, saat itu mereka juga sempat membahas capres ideal menurut Ganjar. Eks Gubernur Jawa Tengah itu lantas menyebutkan tiga kriteria sesuai rekomendasi Litbang Kompas.

Baca Juga: Prabowo bak Kena Prank, Pengamat Politik Yakin Jokowi Dukung Ganjar: Masa Lanjut ke Yang Dua Kali Kalah?

 

“Satu, kriteria kontinuasi. Apapun orang tidak suka dengan Pak Jokowi, tetap saja hasil dan legacy-nya ini ada yang bagus untuk diteruskan,” jelas Romy menirukan apa yang disampaikan Ganjar saat itu.

 

Kriteria kedua adalah komplementasi, yakni mencari capres yang bisa melengkapi kekurangan pemerintahan Jokowi terlepas dari sebaik apapun kinerjanya selama nyaris 10 tahun belakangan.

 

“Ketiga, rekonsiliasi. Bagi Mas Ganjar wujudnya dua, secara institusi dan personifikasi. Institusinya, idealnya ada partainya kadrun yang usung saya. Waktu itu (Ganjar) ngomong, ‘Dalam bayangan saya PKS’. Yang kedua ada personifikasi kadrun yang bersama saya, idealnya Pak Prabowo, tetapi Pak Prabowo kan sudah menjadi cebong karena sudah bergabung dengan Pak Jokowi duluan,” ucap Romy.

Load More