Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta PSSI agar menerbitkan regulasi yang mengatur tentang perbedaan tiket dewasa dan anak-anak yang menonton pertandingan sepak bola. Ini diperlukan agar anak tidak jadi korban jika terjadi kerusuhan seperti di Stadion Kanjuruhan, Malang tahun lalu.
"Seharusnya sudah ada perbedaan tiket dua peruntukan untuk orang dewasa atau anak sehingga itu memudahkan pemilahan," kata Anggota KPAI Dyah Puspitarini, dalam acara "Refleksi Satu Tahun Kanjuruhan" di Jakarta, Jumat (6/10/2023).
Menurut Dyah, regulasi itu sangat penting untuk segera diterbitkan mengingat tingginya antusiasme anak-anak dalam menyaksikan pertandingan olahraga khususnya sepakbola secara langsung di stadion.
Regulasi tentang perbedaan tiket orang dewasa dan anak-anak dinilainya dapat mempermudah proses pendataan jika terjadi kondisi yang tidak bisa dikendalikan.
KPAI juga mendorong PSSI untuk membuat mitigasi situasi darurat yang berlaku di seluruh Indonesia untuk pencegahan terjadinya kerusuhan saat pertandingan maupun setelah pertandingan berlangsung.
"Hal ini sebagai upaya meminimalisir dan sekaligus mencegah terjadinya kondisi darurat," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga meminta aparat penegak hukum agar melakukan upaya investigasi ulang dengan menerima kembali laporan korban dengan lebih terbuka, terutama bagi korban anak-anak yang memerlukan Undang-Undang Perlindungan Anak sebagai payung hukumnya dan sebagai bukti penegakan terhadap hak anak dan kepentingan terbaik bagi anak.
Dalam persitiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022, KPAI mencatat sebanyak 44 anak meninggal dunia dan 212 anak mengalami luka sedang dan luka berat.
Data tersebut, menurutnya belum mencakup anak-anak yang menjadi korban tidak langsung, seperti orang tuanya meninggal dunia, hingga menjadikan anak tersebut yatim piatu. [Antara]
Baca Juga: Kenang Tragedi Kanjuruhan, Baliho Erick Thohir Dikritik Publik: Enek Lihatnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
28 Kode Redeem FC Mobile 3 April 2026: Temukan Telur Paskah Berhadiah Permata dan Draft Gratis
-
Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara
-
5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya
-
Teknologi New Veloz Hybrid yang Perlu Pengguna Pahami
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Kisah di Balik Golgota: Memahami Injil Matius sebagai Narasi Agung Sang Mesias.
-
7 Film Baru dari Palari Films, Gandeng Iqbaal Ramadhan hingga Hindia
-
Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
-
Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia
-
Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan