Para mantan karyawan yang sempat bekerja di perusahaan milik Edi Darmawan Salilhin melaporkan pemimpin perusahaannya itu.
Pasalnya, para karayawan yang telah bekerja cukup lama di perusahaan Edi Darmawan Salihin, terkena dampak PHK dan tanpa pesangon.
Tidak satu, tapi banyak mantan karyawan itu awalnya merasa sangat nyaman bekerja di tempat ayah mendiang Mirna Salihin itu.
Terbukti dari lamanya mereka bekerja, ada yang mencapai 28 tahun.
Namun, begitu kasus meninggalnya Mirna Salihin karena kopi siandida oleh Jessica Wongso, berdampak pada operasional perusahaan.
"Gaji tidak normal dari awal 2017 sampai Desember dan PHI besar-besar pada 2018 dengan alasan efisiensi perusahaan," terang Wartono, salah seorang mantan karyawan Edi Darmawan Salihin, dikutip Intens Investigasi, Minggu (15/10/2023).
![Mantan karyawan Edi Darmawan Salihin, Wartono [(YouTube/Intens Investigasi)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/15/1-mantan-karyawan-edi-darmawan-salihin-wartono.jpg)
Sementara itu, Teguh Sudarmono, salah satu mantan karyawan Edi Darmawan Salihin mengaku bahwa pada awalnya dirinya benar-benar merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut.
"Tidak terasa sampai 18 tahun. Setelah ada kasus Mirna itu parah, saya mengobrol kepada Edi Darmawan Salihin," ungkapnya.
Dia mengaku jika Edi Darmawan Salihin menjanjikan tidak bulan mendatang, semua akan kembali normal.
"Setelah tiga bulan begitu lagi. Terbebani lah... Setelah itu PHK besar-besaran, pengurangan supara efisiesi tapi tidak ada pesangon. 18 Tahun saya kerja kemana," ungkapnya.
Perihal pesangon ini, juga disampaikan Jahiri yang memohon kepada kemurahan hati Edi Darmawan Salihin untuk memberikan pesangon kepada para karyawan terdampak PHK.
"Tolonglah iba kepada karyawan yang sudah lama mengabdi kepada perusahaan bapak, kami mohon," ucapnya.
Melalui pengacaranya, para mantan karyawan ini meminta pesangon, apa yang menjadi hak mereka sebagai karyawan dengan masa kerja yang tidak sebentar yang terkena PHK.
"Kami laporkan PT Fajar Indah Cakra Cemerlang, salah satu adalah Darmawan Salihin sebagai Direktur Utama dan pemegang saham terbanyak supaya pertanggungjawabkan hukumnya terhadap hak-hak korban PHK sebanyak 38 orang," terang Kuasa Hukukm Mantan Karyawan Edi Darmawan Salihin, Mangunju H. Simanullang.
Berita Terkait
-
Istri Kedua Edi Darmawan Salihin Meninggal Mendadak Jadi Sorotan: Jangan-jangan Diracun!
-
Viral Jawaban Ayah Mirna Edi Darmawan Salihin Keceplosan Punya Botol Racun Sianida, Picu Tanda Tanya Pelaku Sesungguhnya
-
Intip Sumber Kekayaan Edi Darmawan, Ayah Mirna Salihin yang Jebloskan Jessica Wongso ke Penjara
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
5 Fakta Kemenangan Meksiko di Laga Perdana Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah
-
Bentrokan Pecah di Pembukaan Piala Dunia 2026, Polisi dan Massa Saling Serang
-
Puluhan Ponsel Raib di Pembukaan Piala Dunia 2026, Polisi Curiga Ada Jaringan Copet Internasional
-
Gak Usah Lebay! Respon Nyeleneh Infantino Soal Wasit Somalia Ditolak Masuk AS
-
Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah