Cerita kiper Timnas Indonesia yang menggugah, bikin semangat bertanding full kembali.
Ernando Ari Sutaryadi atau disingkat Ernando Ari alias Nando Ari S atau dibaca Nando Aris, kiper Timnas Indonesia yang baru saja berlaga di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam (17/10/2023) menyimpan kisah menarik tentang Coach Shin Tae-yong.
Nando Aris alias Ernando Ari ikut melakukan tendangan penalti dalam babak final Piala AFF U-23 2023 antara Timnas Indonesia kontra Vietnam di Stadion Provinsi Rayong, Sabtu (26/8/2023) malam yang berakhir 6-5 untuk musuh kita.
Saat itu, kedudukan tetap kacamata alias 0-0 dalam laga waktu normal sampai extra time. Kemudian dilakukan adu penalti. Coach Shin Tae-yong menaruh kepercayaan sama kepada anak-anak asuhnya, sehingga Nando Aris juga mendapatkan kesempatan melakukan eksekusi sebagai penendang bola keenam.
Sayangnya meleset, sehingga ia pun terduduk sampai meneteskan air mata karena gagal menambah poin kemenangan bagi Timnas Indonesia.
Disimak Metro Suara.com dari video TikTok yang diunggah ulang atas nama akun nabilla, Ernando Ari menyatakan betapa malam itu ia menyesal karena gagal memberikan yang terbaik untuk negeri kita.
"Saya mengirim pesan kepada Coach Shin lewat mobile phone. Minta maaf, berjanji akan memperbaiki performa dan menulis panjang begitu. Eh, ternyata tidak dibalas," kenang kiper yang bermain pro bersama klub Persebaya dan menyandang banderol Rp 3,91 miliar ini.
Akan tetapi, betapa terkejutnya lelaki kelahiran Semarang 27 Februari 2002 itu saat jumpa Coach Shin Tae-yong pada pagi harinya.
"Pagi-pagi, di hotel kami menginap, Coach Shin datang menghampiri dan menawarkan roti. Sudah, begitu saja," lanjut Ernando Ari.
Namun dari situlah ia belajar soal disiplin, tanggung jawab, kepercayaan, serta kedekatan yang dijalin Sang Pelatih dengan seluruh anak-anak asuhnya.
Dikutip dari laman media sosial Instagram atas nama akun pribadinya, saat kejadian gagal menyarangkan bola di final Piala AFF U-23 bisa disimak suasana hati Ernando Ari, di mana ia menuliskan, "Life must go on (emoji tangan mengepal). Pertama saya ingin meminta maaf untuk seluruh masyarakat Indonesia yang kecewa terhadap saya ... terima kasih atas kerja kerasnya team, coach, dan official staff Tim Nasional U-23. Kritik dan saran kalian adalah semangat untuk saya sebagai pemain sepak bola ... terima kasih perjuangannya teman-teman, coach, dan official staff Tim Nasional U-23".
Dan, siapakah yang membubuhkan emoji hati alias memberikan like? Coach Shin Tae-yong sendiri termasuk di antara 17K pengunjung laman itu! Jadi benarlah bahwa Pelatih Kepala PSSI ini memahami kondisi dan situasi, serta terus menyemangati Ernando Ari. Caranya, ya dengan berbagi roti pagi-pagi itu!
Bukti lainnya, Ernando Ari juga dimainkan Coach Shin Tae-yong sebagai starting eleven di leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (17/10/2023) mendampingi permainan Sandy Walsh, Riky Ridho, Fachruddin, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, Dendy Sulistyawan, Egy Maulana Vikri, serta Hokky Caraka.
Berita Terkait
-
Shayne Pattynama Masuk Starting Eleven di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Buktikan Rotasi Shin Tae-yong Sukses
-
Like Father Like Son, Beda Kalimat Namun Punya Tujuan Sama Bikin Timnas Indonesia Catat Agregat 12-0 atas Brunei
-
Baru Gegar Otak, Mas Codet Banderol Rp 34,76 M Ini Main Keren di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Penyerang Depan Rp 3 M Cetak Brace di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Ungkapan Terima Kasih Khususnya
-
Agregat 12-0, Timnas Indonesia Siap Hadapi Grup F di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Kedua
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan