Striker Borneo FC Samarinda U20, Hugo Samir kembali dihukum oleh Komite Disiplin PSSI karena memukul pemain Persib Bandung U20 dalam pertandingan kompetisi Elite Pro Academy atau EPA Liga 1 U20 2023/24.
Komdis PSSI, dalam putusannya Senin (23/10/2023), mengumumkan menghukum Hugo Samir tambahan larangan bermain di dua pertandingan dan denda Rp 5 juta. Sebelumnya dalam laga tersebut, putra pelatih Jacksen F Tiago itu sudah mendapatkan kartu merah langsung, sehingga harus absen di dua pertandingan berikutnya.
Dengan demikian, totalnya Hugo Samir akan absen di empat pertandingan Borneo FC Samarinda U20 selanjutnya.
Aksi kekerasan Hugo Samir itu sendiri terjadi pada 14 Oktober lalu, saat Persib U20 menjamu Berneo FC U20 di Bandung. Pemain Timnas Indonesia tersebut dikartu merah pada 78 dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 3-3 tersebut.
Ini bukan pertama kali Hugo Samir bertingkah di lapangan. Pada September lalu ia menjadi sorotan karena diusir wasit saat membela Timnas dalam laga kontra Uzbekistan di Asian Games.
Hugo mendapatkan kartu kuning kedua dan otomatis kartu merah karena hendak memukul pemain lawan. Insiden itu terjadi saat Timnas butuh kemenangan, setelah bermain imbang 0-0 di hampir 90 menit pertandingan.
Setelah Hugo diusir wasit, permainan Timnas besutan Indra Sjafrie itu berubah dan kebobolan dua gol di babak extra time. Timnas Indonesia akhirnya gagal melaju ke fase selanjutnya di Asian Games.
Tabiat jelek Hugo ini sudah sering terjadi. Di Asian Games, sebelum laga kontra Uzbekistan, ia juga berulah saat melawan Taiwan dan Kirgistan pada babak penyisihan.
Jika Indra Sjafrie masih memberi kesempatan untuk Hugo, maka pelatih kepala Timnas Indonesia Shin Tae yong pernah mengambil kebijakan lebih keras.
Baca Juga: Asisten Shin Tae yong Nilai Hugo Samir Punya Bakat Bagus, Tapi...
Pelatih asal Korsel itu pernah menarik Hugo Samir dari lapangan meski pemain keturunan Brasil itu dimainkan sebagai pemain pengganti di babak kedua dan baru bermain beberapa menit.
Ini terjadi dalam pertandingan Februari lalu, dalam laga persahabatan kontra Guatemala jelang Piala Asia U-20. Dalam pertandingan itu, Shin Tae yong memasukkan Hugo Samir pada babak kedua sebagai pemain pengganti.
Tetapi tak lama berselang, ia ditarik keluar dan digantikan karena hendak memukul salah satu pemain Guatemala.
Yang paling parah tentu insiden yang terjadi 2021 lalu, ketika Komdis PSSI menghukum Hugo Samir dengan larangan bermain selama 1 tahun dan denda Rp 5 juta.
Pemicunya adalah aksi Hugo Samir, yang kala itu masih membela Bhayangkara FC, yang menendang wasit dalam pertandingan EPA U18 2021 melawan Persebaya U20.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Urutan Pakai Viva Face Tonic yang Benar agar Wajah Segar dan Lembap, Jangan Sampai Keliru!
-
Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta
-
Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun
-
4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong
-
Bencana Bagi Warga, Siapa Pemain Utama di Balik Gurita Tambang Emas Ilegal Gorontalo?
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu
-
Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!