/
Selasa, 24 Oktober 2023 | 18:37 WIB
Coach Shin Tae-yong diajak wefie bersama Marc Klok, Pratama Arhan, dan interpreternya, Jeje Jeong Seok-seo ([Instagram].)

Bagi yang suka berkomentar namun bukan pemain bola di bawah didikannya langsung, silakan dengar pendapat ini.

Coach Shin Tae-yong this, Coach Shin Tae-yong that, masih saja ada kritik dilayangkan untuk pelatih kepala Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Padahal bila disimak: tanggung jawabnya besar. Mampu mengantar Timnas Indonesia sampai seperti sekarang, khususnya Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Belum lagi kemampuannya "mengendus" calon pemain yang memiliki galur keturunan Indonesia untuk memperkuat skuadnya.

Menilik tanggung jawab yang diemban Coach Shin Tae-yong, tidak heran bila pemain sepak bola yang bermain di klub pro Eropa seperti Sandy Walsh saja terang-terangan bilang: tidak ingin menjadi pelatih kepala bila sudah gantung sepatu nanti.

"Menjadi asisten pelatih masih mungkin. Kalau kepala pelatih kemudian salah mengambil keputusan, wah tanggung jawabnya besar itu," demikian papar Sandy Walsh, bek kanan KV Mechelen, Belgia yang bermain di Timnas Indonesia Senior, saat menjadi bintang tamu Sport77 Official di kanal YouTube.

Kecerdasan dan kecerdikan Coach Shin bagi Sandy antara lain terasakan saat mereka akan terjun di leg kedua preliminary Piala Dunia 2026 Zona Asia.

"Coach Shin Tae-yong menyatakan saat akan memainkan  saya, bahwa posisi akan diubah. Demikian pula saat penerapannya berhasil, beliau memberikan apresiasi.

Momen Coach Shin Tae-yong tanpa ampun melumurkan buttercream di hidung Marselino Ferdinan (sumber: [screenshot TikTok Timnas Indonesia])

Senada saat Coach Shin menangani Elkan Baggott. Postur pemain Ipswich Town berjuluk The Tower itu dimanfaatkan benar.

"Jadi saya akan menjadi sosok berbahaya di depan gawang, begitu," jelas Elkan Baggott dalam kesempatan sebelum laga lawan Turkmenistan di Stadion Manahan, Solo.

Catat, Elkan Baggott dan Sandy Walsh adalah pemain yang berlaga di Britania Raya serta Eropa. Latar belakang mereka pastilah disiplin tinggi. Bila mereka memiliki pendapat seperti ini, tentu pendidikan atau pengajaran yang diberikan Coach Shin memenuhi standar mereka.

Apalagi bila ada pemain-pemain Indonesia yang ingin berlaga di pentas Eropa.

"Coach Shin Tae-yong sangat membantu dalam soal disiplin. Sementara di Eropa disiplin sangat tinggi. Kalau soal teknik, pengajaran bisa didapatkan di Indonesia. Akan tetapi kalau mau bermain di Eropa mesti serius, cerdas, dan disiplin," tandasnya.

Masih ingat bukan, Coach Shin Tae-yong bisa marah bila pemainnya terlambat. Faktanya, disiplin memang menjadi sebuah standar atau keharusan. Ia memiliki standar pelatihan tinggi.

Load More