/
Rabu, 30 November 2022 | 19:58 WIB
Rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi renggang pasca seorang wanita misterius nangis keluar dari rumah di Bangka, Jaksel. ([Suara.com/Alfian Winanto])

Pernyataan pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, bahwa terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah jarang serumah mulai terbukti kebenarannya.

Kebenaran itu terungkap dari kesaksian Bharada E atau Richard Eliezer yang juga menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J, di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Bharada E menyebut rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi renggang pasca insiden wanita misterius menangis keluar dari rumah di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Amarah Putri Candrawathi

Kejadian bermula dari Rumah Saguling. Saat itu Bharada E tengah masuk piket bersama Brigadir J. Tetiba, Putri Candrawahti turun lantai dua didampingi oleh almarhum.

"Pada saat standby di Saguling ada kejadian. Jadi saya, dan Mateus di rumah (Saguling). Tiba-tiba ibu turun, almarhum juga turun dari lantai dua bawa senjata langsung ditaruh di dalam mobil," cerita Eliezer saat menjadi saksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Singkat cerita, Bharada E bersama ajudan lain Mateus dan Yosua menuju ke kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Setelahnya, rombongan Putri menuju ke rumah di Bangka.

"Kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi Itu biasanya kita komunikasi lewat HT. Saya sempat tanya beberapa kali ke almarhum Yosua, 'Bang izin ini mau ke mana'. 'Sudah Cad ikut aja dulu' kata dia. Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," papar Eliezer.

Setibanya di rumah Bangka, Putri turun dengan wajah marah. Tak lama berselang, Ferdy Sambo pun datang. Serupa dengan Putri, Sambo juga memasang wajah yang tampak sedang marah kala itu.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Keluarga Erina Gudono, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

"Jadi saat di kediaman Bangka, ibu turun, saya lihat kondisi ibu marah, saya nggak berani tanya. FS masuk, dia juga kayak marah-marah juga, langsung masuk ke rumah. Habis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Eben mau datang, rekan bapak', siap bang," ungkap Richard.

Akhirnya, tamu Ferdy Sambo yang disebut Yosua ke Richard pun tiba. Yosua meminta semua ajudan menunggu di luar rumah, selain dirinya dengan Mateus.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'Tidak ada selain kami berdua'. Maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar," katanya.

Wanita Misterius

Richard bersama ajudan Farhan dan Alfons menunggu di depan rumah. Beberapa jam dia menunggu, tiba-tiba dari arah dalam rumah keluar seorang perempuan sedang menangis. Richard mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa wanita misterius itu.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar'. Dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? Karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di dalam ada pak Eben juga di depan rumah," ucap Bharada E.

Wanita tersebut sempat bertanya sopir yang mengantarkannya ke rumah Bangka. Richard kemudian membantu wanita yang sedang menangis itu menemukan sopirnya. Setelah itu, wanita misterius itu pergi.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil drivernya, mobil Pajero hitam, baru drivernya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Kejadian itu menurut Richard membuat hubungan rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi merenggang. Disebut Richard, Sambo sudah jarang tinggal serumah dengan Putri pasca kejadian itu.

"Semenjak kejadian itu, pak FS sudah sering kali di (rumah) Saguling," imbuhnya.

Load More