Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, atau yang dahulu bernama BPCB Jawa Timur, mengungkap isi dari potongan Prasasti Ampeldento, Malang. Prasasti ini diduga peninggalan zaman Kerajaan Majapahit pada abad 14.
Sayangnya, Prasasti Ampeldento bentuknya tidak lagi utuh. Diduga tersisa hanya bagian tengahnya saja, sedangkan bagian atas dan bawah prasasti belum ditemukan.
Dikutip dari tayangan YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, potongan Prasasti Ampeldento ini hanya mencakup tiga baris. Didalamnya terdapat tulisan angka tahun yakni 1271 Saka atau 1349 Masehi.
"Walaupun hanya tiga baris yang kita warisi, tapi ternyata informasi ini banyak bermanfaat untuk penulisan sejarah kuno di Indonesia," kata Ismail Lutfi, Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Jawa Timur.
"Karena di sini ada keterangan yang sangat penting yang kita bisa dapatkan. Hanya saja memang ada sejumlah aksara yang haus," lanjutnya dikutip pada Rabu (14/12/2022).
Lutfi mengungkapkan, dari sisi paleografi berdasarkan langgam aksaranya, prasasti ini berasal dari periode sekitar 14-15 Masehi atau pertengahan zaman Kerajaan Majapahit.
Dalam rangkumannya, Lutfi menyebut di dalam prasasti itu tertera tulisan Bhatara Sri Kretanagara yang merupakan raja terakhir dari Kerajaan Tumapel atau Singasari.
"Kemudian ada angka tahun 1271 Saka. Kemudian menyebut adanya seorang patih bernama Mpu Glen. Sejauh yang saya tahu nama patih Mpu Glen belum pernah saya dengar," ujar Lutfi.
"Dugaannya pada masa Kertanegara sangat mungkin ada penetapan suatu tanah perdikan atau sima. Kemudian tanah perdikan itu terus dilestarikan pada periode Majapahit, khususnya pada saat Mpu Glen ini memegang sebagai patih Majapahit. Jadi ada kesinambungan terhadap status tanah sima itu sejak masa Tumapel sampai dengan Majapahit," jelasnya.
Untuk pembacaan isi Prasasti Ampeldento selengkapnya, simak video YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI di bawah ini:
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tangis Haru dan Doa Keluarga Iringi Keberangkatan 439 Jemaah Haji dari Palembang
-
PTBA dan BKMT Muara Enim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kelas Kreasi Vol 7
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
BRI Dukung Eksportir Muda Sumsel, Salurkan Pembiayaan di Sultan Muda Xpora Summit 2026
-
BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah
-
Dituduh Monopoli 750 Proyek Dapur MBG, Uya Kuya Akhirnya Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi
-
Tips Merawat Sepatu Branded agar Tidak Cepat Rusak karena Genangan Air Hujan di Jakarta
-
Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai
-
Jalur Cikembar-Kiaradua Membara! Warga Protes Jalan Rusak 11 Km yang Tak Kunjung Diperbaiki