Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat buka suara terkait pernyataan Ridwan Kamil soal gelontoran anggaran lebih dari Rp 1 triliun untuk mereka.
Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat Kurnia Permana mengatakan, pernyataan Gubernur Jawa Barat soal anggaran Rp 1 triliun lebih untuk NU itu telah membuat umat terpecah belah.
"Jadi hanya memecah belah, bikin kisruh. Pernyataan Emil tidak menenangkan, tidak membuat nyaman pengurus NU Jawa Barat, karena kita akan dikejar pengurus cabang. Jadi tidak bertanggung jawab pernyataan itu,” ungkap Kurnia dikutip dari Jabarnews.com--jejaring Suara belum lama ini.
Pria yang akrab disapa Kang Udeng itu menyatakan, pernyataan Ridwan Kamil itu membuat Nahdlatul Ulama Jabar dipeta-konflikan.
Lanjutnya, PWNU Jabar menjadi merasa terbebani oleh pernyataan Gubernur Ridwan Kamil itu. Klaimnya telah mengucurkan anggaran lebih dari satu triliun itu harus diverifikasi siapa saja penerimanya, apa betul warga NU.
“Jumlah satu triliun itu kan total, artinya ada beberapa pihak yang menerima bantuan. Jadi harus dijelaskan siapa saja yang menerima, kita harus verifikasi, tidak bisa diklaim begitu (semua NU -red). Jadi akhirnya kita (PWNU) terbebani, seolah-olah kita telah mendapat bantuan sebesar satu triliun, padahal mana, tidak ada itu,” ujar Kang Udeng.
Sedangkan, hingga saat ini belum ada laporan dari warga NU, yang diklaim oleh Gubernur Ridwan Kamil, yang telah mendapatkan bantuan-bantuan hibah darinya. PWNU Jabar sendiri pun setiap tahun hanya terima sekitar Rp 2,4 Milyar.
Lalu lanjutnya, para penerima hibah dari anggaran yang diklaim Ridwan Kamil tersebut harus diidentifikasi dan diverifikasi datanya.
“Harus diverifikasi, apakah itu benar atau tidak? Ridwan Kamil harus menjelaskan lebih detail ke mana bantuan ini mengalir,” pungkas Kang Udeng yang mewakili kekecewaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar.
Baca Juga: Juara KDI 2022 Bakal Diumumkan Malam Ini
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim telah menyerahkan dana senilai Rp 1 triliun lebih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat. Dana sebesar itu ia serahkan dalam beberapa program.
Misalnya untuk mendukung dakwah, kata Ridwan Kamil, dana yang ia serahkan sebesar Rp 160 miliar. Dana sebesar itu, hampir 80 persennya diperuntukan untuk JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffah) dari NU.
Sementara pada program kedua, pemberian dana hibah difokuskan pada program ekonomi kemandirian umat melalui pesantren, dengan nama program One Pesantren One Product (OPOP).
Anggaran yang telah ia kucurkan untuk program ini sebesar Rp 220 Milyar, di mana 70 persennya diserahkan kepada pesantren-pesantren NU di Jawa Barat.
Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga mengaku telah memberikan dana hibah untuk Nahdlatul Ulama (NU) beserta elemen-elemennya secara bertahap. Pada tahun 2019, dana hibah diserahkan sebesar Rp 231 Milyar.
“Alhamdulillah, tahun ini covid sudah surut, hibah untuk keluarga besar NU dengan segala elemennya naik kembali menjadi 253 miliar,” ujar Ridwan Kamil saat memberikan pidato pengantar pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Kab. Purwakarta, Sabtu (17/12/2022).
Ridwan Kamil menegaskan, jika anggaran-anggaran tersebut dijumlahkan, lebih dari 1 triliun telah ia berikan selama memimpin Jawa Barat lebih dari 4 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Dilema 'Tidurnya Orang Berpuasa', Sebuah Alibi atau Kompensasi Energi?
-
6 Pelembap Wardah yang Ampuh untuk Kulit Kering dan Kusam Usia Matang
-
Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia
-
Logika Terbalik Cukai Tembakau Ancam Generasi Muda
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
2 Tahun Penjara Menanti! Delpedro Cs Dituntut Jaksa Terkait Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Lirik Lagu Manis yang Jadi Sinyal Kelam, Detik-Detik sebelum Mahasiswi UIN Dibacok Teman Kampus
-
Jadwal Buka Puasa Kota Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026