-
Garda Revolusi Iran resmi menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Sheikh Isa, Bahrain.
-
Target utama serangan meliputi fasilitas helikopter, hanggar pesawat Poseidon, dan pusat kendali drone.
-
Sirene bahaya berbunyi di Bahrain dan warga diminta segera mencari tempat berlindung.
Suara.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) baru saja meluncurkan serangan udara tak terduga yang menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Langkah agresif ini menandai babak baru ketegangan bersenjata yang kian membara di kawasan Teluk.
Serangan strategis tersebut sengaja diarahkan untuk melumpuhkan titik vital pertahanan udara dan logistik militer Washington. Pasukan elite Teheran membidik fasilitas pemeliharaan helikopter serta hanggar pesawat pengintai canggih P-8 Poseidon.
Tidak hanya itu, pusat kendali drone tempur utama milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa juga menjadi sasaran utama. Operasi ini membuktikan peningkatan kapabilitas serangan presisi Iran yang langsung menusuk jantung pertahanan sekutu AS.
Pihak IRGC menegaskan bahwa gempuran masif ini merupakan aksi balasan langsung atas rangkaian serangan yang sebelumnya dilakukan oleh militer Amerika Serikat. Teheran memastikan konfrontasi bersenjata ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
"Operasi pembalasan akan terus berlanjut," tegas perwakilan resmi IRGC dalam pernyataan tertulisnya.
Dampak dari ledakan tersebut memicu kepanikan luar biasa di wilayah kedaulatan Bahrain. Sirene tanda bahaya langsung meraung-raung di seluruh penjuru kota untuk memperingatkan warga.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain bergerak cepat merespons situasi darurat ini dengan mengeluarkan instruksi evakuasi massal. Pemerintah setempat meminta penduduk segera mencari perlindungan di bunker dan lokasi aman demi menghindari korban jiwa.
Hingga saat ini, otoritas keamanan di lapangan belum merilis laporan resmi mengenai estimasi kerugian materiil maupun korban jiwa. Pihak Pentagon sendiri terpantau masih menahan informasi mengenai dampak kerusakan internal di area pangkalan.
Di sisi lain, media internasional terus berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari petinggi militer Washington di kawasan tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan komentar apa pun terkait pemboman ini.
Baca Juga: Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah memang terus mengalami eskalasi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain selama ini menjadi simbol kekuatan dan kendali geopolitik militer Washington di Teluk Persia.
Serangan langsung IRGC ke fasilitas sensitif ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi kedua negara ke tingkat yang jauh lebih berbahaya. Jalur perdagangan internasional dan keamanan pasokan energi global kini berada dalam ancaman serius akibat pecahnya perang terbuka ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung
-
Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang
-
Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah