/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 19:28 WIB
Laksamana Yudo Margono resmi menjabat sebagai Panglima TNI, Senin (19/12/2022). ([YouTube Sekretariat Presiden])

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dinilai mempunyai kapasitas mumpuni mengatasi masalah separatisme di Papua. Hal itu berdasar hasil survei nasional Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang menjaring pandangan kelas menengah intelektual. 

"Keputusan Presiden Jokowi yang memilih Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi kerawanan situasi nasional sepanjang 2023," kata Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens saat memaparkan hasil survei bertajuk "Spektrum Potensi Ancaman Nasional Tahun 2023" di Jakarta, Jumat.

Boni mengatakan, mayoritas responden meyakini institusi TNI merupakan kekuatan sentral yang dapat mengantisipasi spektrum ancaman sepanjang tahun 2023.

Dalam hasil survei itu, kata Boni, skor institusi TNI berada di angka 2,905. TNI unggul dari indikator mempertahankan integrasi negara dari ancaman separatis.

Dalam surveinya, LPI juga merumuskan empat indikator ancaman pada tahun 2023.

Antara lain stabilitas nasional dan ancaman resesi ekonomi; politik identitas; kekerasan horizontal dan separatisme papua; terorisme dan ancaman ideologi.

Pada indikator kekerasan horizontal dan separatisme Papua, kata Boni, skor TNI berada di rating pertama, dengan skor penilaian 2.9500 yang disusul oleh institusi Badan Intelijen Negara (BIN) 2.9300 dan Polri yang mendapatkan skor 2.9200.

Responden juga menyoroti Laksamana TNI Yudo Margono yang dinilai mampu berkolaborasi dengan institusi terkait lainnya untuk mengantisipasi ancaman separatisme di Papua.

"Responden berharap kolaborasi TNI, BIN dan Polri dapat menghasilkan langkah dan aksi nyata untuk menetralisir ancaman separatisme di Papua yang diprediksi intensitasnya akan meningkat pada 2023," kata Boni.

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Berkunjung ke Prancis, Jet Tempur Canggih Dasaault Rafale segera Parkir di Hanggar TNI AU?

Populasi dalam survei ini adalah para dosen/ pakar, peneliti, anggota LSM/NGO, Aktivis/ Seniman.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah cluster sampling. Dalam teknik cluster sampling ini, analisis dilakukan pada sampel yang tersusun dan diseleksi berdasarkan parameter yang telah ditentukan sebelumnya.

Parameter penentu ini dapat berupa berdasarkan demografi, latar belakang, atau apa pun atribut lainnya yang dapat menjadi fokus penelitian yang dilaksanakan.

Berdasarkan teknik sampling tersebut, jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 900 (n) responden; Standar Deviasi 0.4; Margin of error di kisaran 2 persen pada tingkat kepercayaan ± 98 persen.

Survei ini dilakukan pada 5 Desember sampai 16 Desember 2022. Metode-metode survei yang digunakan adalah melalui google form dan wawancara tatap muka.  

Load More