/
Senin, 23 Januari 2023 | 17:54 WIB
fahri hamzah (SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah meminta agar calon presiden yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan mendapatkan penjagaan.

Hal ini terkait adanya aksi-aksi penolakan terhadap kedatangan Anies Baswedan di sejumlah tempat.

Diketahui, sejumlah orang sempat menggelar aksi massa saat Anies Baswedan melakukan safari politik ke Bandung pada hari Minggu (22/1/2023) kemarin.

"Beliau (Anies) harus dijaga, ini situasi yang jangan dianggap remeh," ujar Fahri Hamzah dikutip dari cuitan twitternya, @Fahrihamzah pada Senin (22/1/2023).

Dikatakan Fahri, aksi penolakan tersebut sejatinya lahir lantaran situasi masih belum adanya kebijakan resmi untuk melakukan kampanye politik.

"Belum hadirnya pengamanan negara karena ini di luar jadwal resmi pemilu banyak faktor tak terduga. Semua pihak harus waspada. Saya serius ini," tukasnya.

Diketahui sebelumnya, kedatangan bakal capres Partai NasDem Anies Baswedan di Kota Bandung mendapat penolakan.

Namun, atas penolakan tersebut Anies tidak terlihat marah atau memperlihatkan gestur tidak senang. Dirinya bahkan berterima kasih kepada massa aksi atas penolakan itu.

Dikabarkan, Anies awalnya berkunjung ke Bandung untuk menghadiri jalan sehat di Stadion Si Jalak Harupat yang digelar DPC NasDem Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Rumah Jurnalis Senior Papua Victor Mambor Diteror Bom oleh OTK, Diduga Diserang karena Pemberitaan

Setelahnya, Anies juga berkunjung ke kegiatan NasDem Yout Festival di Sabuga yang digelar DPC NasDem Kota Bandung.

Aksi penolakan Anies Baswedan diketahui dilakukan oleh Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Bandung Lautan Api di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (22/1/2023) siang.

Puluhan massa tersebut melakukan long march di Jalan Tamansari hingga ke depan pintu masuk Sabuga. Arus lalu lintas sempat terganggu akibat ada long march puluhan massa aksi tersebut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More