Tiga nama selalu bersaing di sejumlah survei elektabilitas Calon Presiden Pilpres 2024. Ketiga nama itu adalah Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Pilpres 2024 sendiri disebut sebagai pertarungan antara upaya untuk melanjutkan "legacy" (warisan) Jokowi atau isu tentang perubahan.
LSI Denny JA menyebutkan bahwa dua isu itu menjadi isu paling panas menuju Pilpres 2024 mendatang.
"Isu paling 'hot' menuju Pilpres 2024 adalah pertarungan antara melanjutkan 'legacy' Jokowi atau sebaliknya, isu perubahan," kata pendiri LSI Denny JA, Denny JA, Selasa (24/1/2023) dikutip dari Antara.
Denny menyampaikan ada tiga calon presiden yang memiliki elektabilitas tertinggi, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
Kemudian, menurut dia, responden yang puas atas kinerja Jokowi dan menjadi pendukung Ganjar sebesar 38,2 persen, Prabowo 21,3 persen, dan Anies Baswedan 10,6 persen.
"Sebaliknya, yang tak puas atas kinerja Jokowi, di segmen ini, pendukung Ganjar Pranowo hanya 7,4 persen, Prabowo 21 persen, tapi pendukung Anies Baswedan melonjak hingga 40,1 persen," kata dia.
Dia mengatakan yang menarik adalah tren dalam tiga survei nasional LSI Denny JA mutakhir di Januari 2023, September 2022, dan Juni 2022.
Ganjar Pranowo semakin menyerap pendukung Jokowi, padahal pada Juni 2022 hanya 27,4 persen pendukung Jokowi yang mendukung Ganjar.
"Tapi pendukung Jokowi yang terserap Ganjar berikutnya naik menjadi 32 persen (September 2022). Bahkan di Januari 2023 naik lagi menjadi 38,2 persen," ucapnya.
Untuk pemilu ini, menurut dia, LSI Denny JA, SBM ITB, dan Kuncie membuka kelas Mini MBA untuk memahami prilaku pemilih.
"Mini MBA itu fokus di bidang 'public policy and marketing' politik," ujarnya.
Dia mengatakan tak pernah terjadi momen seperti pemilu kali ini sejak Indonesia merdeka 1945, yaitu "panen raya" Pemilu 2024.
Hal itu, kata dia, karena pada tahun ini tak hanya ada pemilihan presiden dan pemilihan legislatif nasional, tapi pilkada di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Total wilayah yang serentak melakukan pemilu sebanyak 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 98 kota.
"Ini momen yang tepat untuk menyediakan program bagi berbagai stakeholders untuk memahami perilaku pemilih," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati