Mobil dinas TNI yang sempat viral mengisi BBM bersubsidi jenis pertalite ternyata merupakan mobil milik Purnawirawan Jendral TNI AD.
Mobil tersebut milik Mayjen TNI (Purn) Mindarto dan pria dalam video yang beredar tersebut merupakan anaknya yang bernama Yonatan Wiliam Pascalis.
Kini pelat nomor tersebut ttelah ditarik langsung oleh Kasubditpamlatter Sdirum Pussenkav Kolonel Kav, Harri Purnomo kemudian diserahkan ke Pomdam III/Siliwangi.
Hal tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD, @Pussenkav_id.
Dalam unggahan tersebut, diberitahukan informasi lengkap terkait pelat mobil dinas yang sempat viral terekam video mengisi BBM bersubsidi.
"Nomor plat dinas TNI AD dengan Nomor registrasi 90186-32 Merk Suzuki Jeep warna Hijau Metalik Tua dengan plat teregister di Samsat Nomor D 1585 XGR yang viral tersebut adalah milik dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto," tulis keterangan pers tersebut.
"Plat nomor tersebut diterbitkan saat Ybs masih berdinas aktif di Pussenkav sebagai Pamen Ahli, terakhir kali plat tersebut diperpanjang pada 7 Juli 2020 dan masa berlaku nomor tersebut sudah habis sejak Juli tahun 2021 serta tidak lagi diperpanjang karena Ybs telah memasuki masa pensiun," imbuh pres rilis tersebut.
Saat ini plat dinas tersebut sudah ditarik langsung oleh Kasubditpamlatter Sdirum Pussenkav Kolonel Kav Harri Purnomo kemudian diserahkan ke Pomdam III/Slw.
Terkait pengguna kendaraan dinas yang terekam pada video tersebut yakni anak dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto bernama Yonatan Wiliam Pascalis yang kini sudah berada di Australia untuk melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: Cuti Lebaran 2023 Berapa Hari? Cek Jadwal Libur Idul Fitri Terbaru
"Saat dikonfirmasi Ybs tidak menyadari saat menggunakan kendaraan tersebut ternyata terpasang plat dinas militer milik orang tuanya serta tidak memahami tentang aturan maupun mekanisme bahwa kendaraan plat dinas TNI tidak diperbolehkan untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU. Karena hal tersebut Ybs berinisiatif mengganti plat dinas dengan plat hitam yang ada di dalam kendaraan tersebut," jelas keterangan unggahan tersebut.
"Melalui sebuah video singkat Yonatan Wiliam Pascalis juga telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada institusi TNI khususnya bagi TNI AD karena kesalahpahaman atas perbuatan yang telah dilakukan saat berada di SPBU tersebut hingga video tersebut menjadi viral di Medsos," pungkas keterangan resmi Pussenkav TNI AD tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas TNI mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite belakangan menyita perhatian publik hingga viral di media sosial.
Diketahui video tersebut diambil di SPBU rest area sebelum keluar Tol Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Senin (16/1/2023).
Tampak dalam video tersebut seorang pria mengganti pelat nomor dinas dengan pelat hitam sebelum mengisi BBM.
Dalam video tersebut juga tertulis keterangan pria tersebut sempat ditolak saat hendak mengisi mobil dinas TNI yang ia bawa dengan pertalite.
"Semoga pak Panglima bisa ngeliat hal ini. Jd org ini minta diisi pertalite tapi ditolak krn mbl dinas," tulis keterangan video tersebut.
Berita Terkait
-
Video Mobil Dinas TNI Isi BBM Bersubsidi Viral, Pelat Mobil Dinas Diganti Hitam
-
Sempat Viral di Medsos, Anak Purnawirawan TNI Minta Maaf Ngaku Tak Tahu Pelat Dinas Tidak Boleh Isi BBM Subsidi
-
BBM Subsidi Kerap Disalahgunakan, PBH Peradi Palembang: Harus Ada Keberanian Hadapi "Uang Besar"
-
Seperti Bripda Randy Bagus, Oknum Polisi Kepulauan Seribu Hamili Pacar Tapi Tidak Mau Tanggung Jawab Kini Ditahan
-
Intip Laksamana Yudo Margono Jalani Fit and Proper Tes Panglima TNI di DPR
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Hari Pajak: BRI Konsisten Perkuat Kontribusi Pajak dan Dividen Bagi Negara
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Xiaomi 17T Pro Bukan Sekadar Upgrade, AI Imaging dan Leica Jadi Arah Baru Smartphone Flagship
-
Psywar Ala Didier Deschamps: Prancis Bukan Unggulan, Spanyol Kandidat Juara
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Tak Ada Tempat bagi Juara Baru di Ujung Gelaran
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Pertahankan Enzo Fernandez, Dipagari Harga Rp2,9 Triliun
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
Hari Pajak, BRI Catat Setoran Rp19,1 Triliun Kepada Negara Pada Kuartal I 2026