Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas TNI mengisi bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi jenis pertalite belakangan menyita perhatian publik hingga viral di media sosial.
Diketahui video tersebut diambil di SPBU rest area sebelum keluar Tol Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Senin (16/1/2023).
Tampak dalam video tersebut seorang pria mengganti pelat nomor dinas dengan pelat hitam sebelum mengisi BBM.
Dalam video tersebut juga tertulis keterangan pria tersebut sempat ditolak saat hendak mengisi mobil dinas TNI yang ia bawa dengan pertalite.
"Semoga pak Panglima bisa ngeliat hal ini. Jd org ini minta diisi pertalite tapi ditolak krn mbl dinas," tulis keterangan video tersebut.
Terkait hal tersebut TNI AD telah mengeluarkan pres rilis. Dilansir dari unggahan video klarifikasi di akun Instagram Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD, @Pussenkav_id mobil dengan Plat Nomor Dinas TNI AD Noreg 90186-32 merupakan milik Mayjen TNI (Purn) Mindarto.
Atas kejadian tersebut Plat Nomor Dinas TNI AD itu kini telah diserahkan ke Polisi Militer Kodam III Pomdam III/Siliwangi Bandung. Akun tersebut pada narasi unggahannya juga menungkap video yang beredar soal mobil Dinas TNI isi BBM bersubsidi.
"Terkait dengan beredarnya video di Medsos yang di unggah oleh Snack Video dengan bertuliskan *”Smoga pak Panglima bisa ngliat hal ini. Jd org ini minta diisi pertalite tp ditolak krn mbl dinas. Kejadian tgl 16/01/2023 di SPBU restart area sebelum keluar tol Jatiwaringin*," tulis akun tersebut.
Berikut pernyataan Satuan Pussenkav dan Pomdam III/Siliwangi kemudian menggelar Press Release pada Senin 23 Januari 2023 di Mapomdam III/Siliwangi dengan penjelasan bahwasanya :
Baca Juga: Harga Motor Bekas Honda dari BeAT, Vario, hingga Scoopy Terupdate
1. Nomor plat dinas TNI AD dengan Nomor registrasi 90186-32 Merk Suzuki Jeep warna Hijau Metalik Tua dengan plat teregister di Samsat Nomor D 1585 XGR yang viral tersebut adalah milik dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto. Plat nomor tersebut diterbitkan saat Ybs masih berdinas aktif di Pussenkav sebagai Pamen Ahli, terakhir kali plat tersebut diperpanjang pada 7 Juli 2020 dan masa berlaku nomor tersebut sudah habis sejak Juli tahun 2021 serta tidak lagi diperpanjang karena Ybs telah memasuki masa pensiun. Saat ini plat dinas tersebut sudah ditarik langsung oleh Kasubditpamlatter Sdirum Pussenkav Kolonel Kav Harri Purnomo kemudian diserahkan ke Pomdam III/Slw.
2. Pengguna kendaraan dinas yang terekam pada video tersebut adalah anak dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto a.n. Yonatan Wiliam Pascalis, Ybs kini sudah berada di Australia untuk melanjutkan pendidikan. Saat dikonfirmasi Ybs tidak menyadari saat menggunakan kendaraan tersebut ternyata terpasang plat dinas militer milik orang tuanya serta tidak memahami tentang aturan maupun mekanisme bahwa kendaraan plat dinas TNI tidak diperbolehkan untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU. Karena hal tersebut Ybs berinisiatif mengganti plat dinas dengan plat hitam yang ada di dalam kendaraan tersebut.
3. Melalui sebuah video singkat Yonatan Wiliam Pascalis juga telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada institusi TNI khususnya bagi TNI AD karena kesalahpahaman atas perbuatan yang telah dilakukan saat berada di SPBU tersebut hingga video tersebut menjadi viral di Medsos.
Berita Terkait
-
Sempat Viral di Medsos, Anak Purnawirawan TNI Minta Maaf Ngaku Tak Tahu Pelat Dinas Tidak Boleh Isi BBM Subsidi
-
Viral Aksi Heroik Bocah SMP Buka Jalan untuk Damkar di Bogor, Banjir Pujian Warganet: Calon Sukses
-
Ayu Ting-ting Kasih Hadiah ke Bunda Corla, Warganet Wanti-wanti Musuhan Lagi sama Nikita Mirzani
-
Pria Ini Bakar Baju Muslim Gegara Ada Motif Salib, Netizen Pertanyakan Isi Otaknya
-
Ariel Noah KW Baru Selesai Kencing di Toilet SPBU, Netizen Terpesona Sama Senyumnya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak