Maraknya aksi kejahatan jalanan seperti begal sempat membuat Kota Bandung dijuluki sebagai Gotham City. Namun kekinian, polisi berupaya keras untuk mereduksi kejahatan jalanan di kota berjuluk Paris van Java itu.
Terbaru, aparat Polrestabes Bandung menembak dua pembegal berinisial SN dan FA yang membacok pengendara ojek online (ojol) di kawasan Gegerkalong.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan aksi begal itu terjadi pada Selasa (24/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Namun hanya berselang dua jam, polisi berhasil melumpuhkan pelaku yang melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap.
"Korban pembacokan berinisial YD, jadi korban sebagai tukang ojek online saat itu hendak menjemput penumpangnya," kata Aswin di Polrestabes Bandung, di Bandung, Rabu (25/1/2023) dikutip dari Antara.
Aswin menjelaskan motor korban saat itu dipepet kedua pelaku ketika sedang berkendara. Menurutnya, pelaku diduga hendak merampok korban.
Setelah diberhentikan, menurutnya, pelaku kemudian merampas benda milik korban. Namun, kata dia, korban sempat melakukan perlawanan dan terjadi perkelahian.
"Tapi para tersangka mengeluarkan senjata tajam dan melakukan beberapa kali pembacokan," kata Aswin.
Aswin mengatakan korban mengalami luka di bagian tangan dan wajah. Meski begitu, kondisi korban hingga saat ini berangsur membaik.
"Dalam hal ini, polisi dibantu warga menangkap pelaku, jadi sangat terbantu," katanya.
Selain mendapat luka tembak di kakinya, dia mengatakan kedua tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
"Polrestabes Bandung tidak pernah mundur dan akan terus lari ke depan untuk mengungkap kasus yang seperti ini begal pencurian, kami akan terus mengejar sampai mana pun pelaku berlari," kata Aswin.
Sebelumnya diberitakan, ribuan komentar sepakat bahwa kota Bandung semakin tidak aman, bahkan tidak sedikit yang mengibaratkan kota ini dengan Gotham City yang ada di cerita film Batman. Dan bahkan mereka bilang bahwa kota ini tidak seberuntung Gotham City yang masih punya jagoan Batman yang siap sedia melawan berbagai kejahatan.
Aparat keamanan dianggap belum serius menanggulangi masalah kejahatan seperti geng motor, begal dan semisalnya. Pasalnya, aksi kriminal gerombolan motor ini bukannya semakin surut, tetapi malah semakin kerap terjadi silih berganti kasus.
Warganet membandingkan keseriusan dan kekompakan aparat beserta elemen masyarakat dengan kota Surabaya dalam mengatasi kriminalitas gerombolan motor. Juga membandingkan dengan kecepatan aparat dalam mengatasi kasus kriminal lainnya, saking herannya mereka mengapa begitu sulit mengatasi masalah ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Panduan Lengkap Bermain Padel untuk Pemula: Peralatan dan Teknik Dasar
-
Pemain Baru Persib Berpeluang Tampil Lawan Malut United
-
Profil Jonathan Sirois: Kiper Rp5 Miliar Pengganti Maarten Paes di FC Dallas
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Pramoedya dan Cerita Calon Arang: Pintu Masuk Menuju Dunia Sang Maestro
-
Kerabat Bantah Ressa Hidup Hedon di Banyuwangi, Bongkar Kehidupan Tanpa TV dan Kulkas
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 4 Februari 2026, Klaim Bundle Keren & Mencekam Gratis
-
Billy Akan Bawa Anaknya ke Makam, Kenalkan ke Olga Syahputra
-
FIFA Jatuhi Sumardji Hukuman Larangan Dampingi Timnas Indonesia Sebanyak 20 Laga, Kenapa?
-
Pulau Pribadi Jeffrey Epstein Ada di Mana? Diduga Jadi 'Saksi Bisu' Skandal Elite Dunia