/
Kamis, 02 Februari 2023 | 10:45 WIB
Gempa Garut (BMKG)

Sebanyak enam gempa bumi terjadi di Sesar Garsela selama satu pekan ini. Getaran gempa Garut itu terasa hingga ke Bandung dan Sumedang.

Terbaru, berkekuatan magnitudo 4.3 dan terjadi di daratan dengan kedalaman tiga kilometer terjadi di  km sebelah Barat Daya Garut pada  Rabu (1/2/2023) sekira pukul 23.22 WIB. Getaran terasa cukup kuat hingga membangunkan sejumlah warga Bandung yang tengah tertidur.

Sebelumnya, Sesar Garsela mengguncang Kabupaten Bandung pada 28 Januari 2023 lalu.Gempa bumi berkekuatan M 4,3 yang melanda Kabupaten Bandung akibat Sesar Garsela itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Setelah gempa, dilanjutkan dengan gempa susulan atau aftershock sebanyak empat kali, yakni pada 01.08, 01.13, 01.17, 01.36 WIB.

Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan mulai M 2,4 hingga M 3,5.

Menurut pantauan, jika dalam satu bulan sudah terjadi setidaknya sebanyak 141 gempa bumi akibat aktivitas Sesar Garsela.

Dari 141 gempa bumi dalam sebulan, setidaknya ada 96 gempa bumi yang terjadi di darat.

Dari deretan gempa yang terjadi akibat aktivitas Sesar Garsela itu, tercatat bahwa pusat gempa tak terlalu dalam, bahkan di gempa terakhirnya 1 Februari lalu, titik koordinatnya berada di kedalaman 3 KM.

Meski demikian, getaran gempa bumi yang dihasilkan oleh Sesar Garsela cukup besar, sampai menyentuh angka M 4,3.

Baca Juga: Jadi Maling Motor, Seorang Warga Sungai Raya Ditangkap Polisi

Hingga kini Sesar Garsela atau Sesar Garut Selatan masih terus melepaskan energinya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan mitigasi bencana dan tetap waspada.

“Masyarakat diimbau terus waspada dan tidak termakan isu hoaks yang bersumber selain dari BMKG,” ucap Teguh Rahayu selaku Kepala Stasiun BMKG Bandung.

Padahal nyatanya, warga Margamukti, yang berada di ujung patahan Garsela malah minim mitigasi bencana.

"Warga sudah tahu kalau masuk zona sesar Garsela. Untuk jalur evakuasi memang sampai saat ini belum ada, termasuk titik kumpul ketika terjadi bencana," ujar Kepala Desa Margamukti, Odang Kusnadi.

Load More