Artis Verrell Bramasta telah resmi bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN). Setidaknya ada tiga alasan Verrell gabung ke partai pimpinan Zulkifli Hasan (Zulhas) tersebut.
"Kalau pernyataannya kenapa aku memilih untuk ikut berpolitik dan masuk partai politik, sebenarnya ada tiga," kata Verrell Bramasta kepada wartawan di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (9/2/2023).
Alasan pertama, kata Verrell, tujuannya masuk politik karena ingin membantu lebih banyak orang. Tujuan ini menurutnya bisa tercapai dengan menjadi seorang politisi.
"Pertama, karena aku tergerak ketika aku bisa membantu orang dan ketika aku menggunakan uang pribadi aku misalnya, mungkin temen-temen tahu, aku kalau sama temen, sama sahabat, sama keluarga, itu aku royal banget."
"Tapi skopnya ruang lingkup yang bisa aku bantu hanya sekadar di situ aja. Tapi ketika aku menjadi diplomat menjadi politisi, jumlah orang yang bisa aku bantu akan jauh lebih banyak lagi," tuturnya.
Dengan bergabung ke PAN, lanjut lanjut putra sulung Venna Melinda, dirinya berharap dapat menyalurkasi aspirasi generasi milenial dan generasi Z dalam dunia politik.
Terlebih lagi, kata Verrell, dunia politik bukanlah hal baru dalam hidupnya. Sebab, kedua orangtuanya sudah lebih dulu terjadi di kancah politik.
"Kedua, aku melihat mama dan papa di dunia politik dari aku kecil, kebetulan mama 10 tahun di DPR, papa adalah orang yang dulu membimbing mama masuk politik."
"Jadi dari kecil itu aku udah melihat mama kampanye, mama turun ketemu sama konstituen-konstituen, mama bisa membantu banyak orang, dan di situ kebahagian tersendiri yang aku lihat bahwa ketika kita bisa berguna dan bermanfaat untuk banyak orang itu ada suatu kepuasan dan kebahagiaan sendiri yang harganya itu tak ternilai gitu," ujarnya.
Baca Juga: Susul Uya Kuya, Verrell Bramasta Gabung ke PAN
Terkait alasannya bergabung ke PAN, Verrell mengaku partai berlogo matahari puti itu sebagai partai yang dapat merangkul, membimbing, dan menfasilitasi dirinya sebagai anak muda untuk terjun ke politik.
"Menurut aku PAN itu memberikan aku kesempatan, mungkin temen-temen di sini atau netizen juga yang berfikir apa sih background-nya, kenapa sih meremehkan gitu lho, apa sih Verrell kenapa tiba-tiba ke politik segala macam," ujarnya.
"Tapi itu sama sekali tidak aku rasakan sama PAN, sama Mas Eko sama Kak Putri, Bang Zul, Ketum PAN. Mereka malah sangat merangkul aku mereka men-support aku. Bahkan mereka yang akan mengajarkan dan akan membimbing aku nanti untuk ke depannya berpolitik itu seperti apa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Baru Diluncurkan, Tiket Early Bird Cravier 2026 Habis dalam Sekejap
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
-
5 Rekomendasi Sepeda Keranjang, Nyaman dan Fungsional untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Dilepas Persija Langsung Nyetel Bersama Arema FC, Hansamu Yama Merendah
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Manuel Anak Indy Barends Berseteru dengan Ibunya hingga Blak-blakan Ogah Nikah
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR