- Tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, sejak 1 Februari 2026, memaksa 804 jiwa mengungsi karena kerusakan 250 rumah.
- Bencana dipicu hujan ekstrem pada tanah labil, menyebabkan fasilitas umum vital seperti jalan dan sekolah rusak parah.
- Pemprov Jateng menetapkan tanggap darurat 14 hari serta merencanakan relokasi permanen warga ke hunian yang lebih aman.
Suara.com - Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sejak sejak Minggu (1/2/2026) dan memuncak pada Senin (2/2/2026).
Fenomena geologi ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur desa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan relokasi warga ke hunian aman.
“Saya minta seluruh unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak ter-cover,” tegas Luthfi, Rabu (4/2/2026).
Berikut 7 fakta terkait bencana tanah bergerak di Tegal:
1. Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (4/2/2026), sebanyak 250 rumah warga dilaporkan terdampak pergerakan tanah yang masih dinamis.
Kondisi ini memaksa sedikitnya 804 jiwa untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke titik-titik aman, termasuk gedung sekolah dan tenda darurat.
2. Fasilitas Umum dan Pendidikan Hancur
Baca Juga: Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
Bencana ini tidak hanya menyasar rumah warga. Infrastruktur vital seperti jalan utama desa retak dan terputus, jembatan rusak, serta bendungan irigasi terdampak, termasuk fasilitas keagamaan dan kesehatan.
Selain itu, fasilitas pendidikan seperti beberapa bangunan TK dan Pondok Pesantren Al-Adalah mengalami kerusakan berat, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti.
3. Dipicu Hujan Ekstrem dan Kondisi Tanah Labil
Berdasarkan keterangan dari portal resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, bencana tanah gerak di desa Padasari sudah terjadi sejak Minggu (1/2/2026).
Peristiwa ini memuncak pada Senin (2/2/2026) setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari.
Secara geologis, kawasan Jatinegara memang dikenal memiliki struktur tanah yang labil dan berada di area perbukitan, sehingga rentan mengalami pergeseran saat curah hujan ekstrem.
Berita Terkait
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
SAR Percepat Evakuasi Longsor Cisarua dengan Tambahan Alat Berat
-
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar