News / Nasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 18:09 WIB
Foto sebagai ilustrasi bencana tanah bergerak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Baca 10 detik
  • Tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, sejak 1 Februari 2026, memaksa 804 jiwa mengungsi karena kerusakan 250 rumah.
  • Bencana dipicu hujan ekstrem pada tanah labil, menyebabkan fasilitas umum vital seperti jalan dan sekolah rusak parah.
  • Pemprov Jateng menetapkan tanggap darurat 14 hari serta merencanakan relokasi permanen warga ke hunian yang lebih aman.

Suara.com - Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sejak sejak Minggu (1/2/2026) dan memuncak pada Senin (2/2/2026).

Fenomena geologi ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur desa.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan relokasi warga ke hunian aman.

“Saya minta seluruh unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak ter-cover,” tegas Luthfi, Rabu (4/2/2026).

Berikut 7 fakta terkait bencana tanah bergerak di Tegal:

1. Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (4/2/2026), sebanyak 250 rumah warga dilaporkan terdampak pergerakan tanah yang masih dinamis.

Kondisi ini memaksa sedikitnya 804 jiwa untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke titik-titik aman, termasuk gedung sekolah dan tenda darurat.

2. Fasilitas Umum dan Pendidikan Hancur

Baca Juga: Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal

Bencana ini tidak hanya menyasar rumah warga. Infrastruktur vital seperti jalan utama desa retak dan terputus, jembatan rusak, serta bendungan irigasi terdampak, termasuk fasilitas keagamaan dan kesehatan.

Selain itu, fasilitas pendidikan seperti beberapa bangunan TK dan Pondok Pesantren Al-Adalah mengalami kerusakan berat, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti.

3. Dipicu Hujan Ekstrem dan Kondisi Tanah Labil

Berdasarkan keterangan dari portal resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, bencana tanah gerak di desa Padasari sudah terjadi sejak Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ini memuncak pada Senin (2/2/2026) setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari.

Secara geologis, kawasan Jatinegara memang dikenal memiliki struktur tanah yang labil dan berada di area perbukitan, sehingga rentan mengalami pergeseran saat curah hujan ekstrem.

Load More