Partai Golkar diketahui telah menyodorkan sejumlah nama calon Menteri Olahraga pengganti Menteri Olahraga kepada Presiden Joko Widodo.
Dari informasi, salah satu nama yang disodorkan Golkar ke Presiden Jokowi adalah Dito Ariotedjo yang merupakan sahabat Raffi Ahmad.
Beredar pula nama mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin yakni Puteri Komarudin yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI.
Terkait nama-nama calon Menteri Olahraga pengganti Zainudin Amali ini, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno punya pandangan sendiri.
Ia menilai Presiden Joko Widodo mempunyai kriteria tersendiri jika mencari sosok calon pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora).
"Dari sekian banyak nama yang muncul tersebut tentunya harus memiliki kriteria yang sesuai dengan selera Presiden Jokowi. Ia haruslah orang yang dinilai memiliki kontribusi terhadap Pemerintahan Jokowi," kata Adi Prayitno, Kamis (23/2/2023) dikutip dari Antara.
Kriteria selanjutnya, kata dia, calon pengganti tersebut tentunya pernah ikut berjuang di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Makruf 2019.
Menurut dia, sinyal "reshuffle" kabinet semakin menguat seiring pernyataan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sudah mengundurkan diri secara informal.
Zainudin Amali yang baru saja terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI sudah meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk fokus mengurus sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Kasatpol PP DKI Jelaskan Kronologi Anggotanya Ditusuk Pedagang Starling Pakai Gunting Kopi
Adi Prayitno mengatakan kemungkinan besar posisi Menpora akan kembali diisi kader Partai Golkar. Menurutnya, Golkar memiliki banyak kader muda yang potensial untuk menggantikan Zainudin Amali di kursi Menpora.
"Saya kira Golkar banyak stok kader-kader muda yang layak dan punya kompetensi," kata Adi.
Diketahui, beberapa nama kader muda Golkar yang dianggap layak dan berpotensi menggantikan Menpora Zainudin Amali mulai mencuat ke publik. Beberapa nama yang beredar di media adalah Ilham Permana, Ace Hasan Syadzily, Putri Komarudin, dan Dito Ariotedjo
Namun dalam konteks kriteria, Ace Hasan Syadzily menurutnya sosok yang paling layak untuk menduduki kursi Menpora.
"Memang banyak kader muda Golkar. Tadi di antara nama-nama itu, Ace lebih mendekati kriteria ideal. Terutama berkontribusi atas pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 Ace terlihat sibuk menangkal serangan ke Jokowi," katanya.
Selain mantan Jubir TKN Jokowi, Ace adalah sosok politikus muda yang kini duduk di pimpinan Komisi VIII DPR RI, kehadiran Ace tentunya akan memberikan warna positif bagi kemajuan kepemudaan dan keolahragaan di Tanah Air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat