/
Kamis, 02 Maret 2023 | 11:24 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. ((Biro Setpres))

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi atau perang bukan lagi menjadi hal yang paling ditakuti semua negara di dunia saat ini. Melainkan perubahan iklim.

Jokowi mengatakan, perubahan iklim menyebabkan frekuensi bencana alam dunia naik drastis.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan di acara Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

"Apa yang ditakuti oleh dunia saat ini? Bukan lagi pandemi, bukan lagi perang, tetapi yang lebih mengerikan yang ditakuti semua negara adalah perubahan iklim. Dan perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan Indonesia menempati posisi tiga negara teratas paling rawan bencana.

Frekuensi bencana alam Indonesia, kata Jokowi, naik 81 persen dari tahun 2010 sebanyak 1.945 bencana, melompat menjadi 3.544 bencana di tahun 2022.

"Kita ini tidak hanya urusan banjir, tidak hanya urusan gunung berapi yang meletus, bukan hanya urusan tanah longsor. Yang lebih sering gempa bumi dan bencana alam maupun non alam lainnya yang kita hadapi," ungkapnya.

Karena itu, Jokowi menekankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pengelolaan prabencana, tanggap darurat maupun pascabencana harus dilakukan dengan baik oleh semua pihak.

Baca Juga: Tren Penegakan Hukum Membaik, Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Stabil

Load More