/
Rabu, 08 Maret 2023 | 17:39 WIB
Viral guru SMP di Lampung Tengah, Musriyatun, meminta tolong Presiden Jokowi karena dimutasi sejauh 100 km. ([Tangkapan Layar])

Video seorang guru SMP Negeri 1 Way Seputih Lampung Tengah dimutasi sejauh 100 kilometer (Km) diduga gegara tak penuhi undangan camat, viral di media sosial.

Guru tersebut bernama Musriyatun. Ia pun meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mendikbudristek Nadiem Makarim atas persoalannya itu.

Musriyatun mengaku dimutasi ke tempat yang sangat jauh dari kediamannya, yakni ke SMP Negeri 1 Selagai Linggai, Lampung Tengah.

Ia menyebut pemindahan tugas itu karena guru tersebut tidak menghadiri undangan Camat Seputihbanyak di Nuwo Balak pada 3 Maret 2023 lalu.

"Tolong saya pak menteri, tolong saya pak presiden. Saya sebagai orang kecil, orang biasa, hanya sebagai guru SMP harus menghidupi tiga anak."

"Tetapi saat ini karena keadaan Kabupaten Lampung Tengah akan melaksanakan konferensi cabang pemilihan ketua muslimat dan saya hanya sebagai ketua muslimat kecamatan, merasa terzolimi."

"Karena tidak memenuhi undangan dari pak camat untuk datang di Nuwo Balak. Saya juga tidak tahu undangan itu untuk apa."

"Tiba-tiba saya mendapat usulan mutasi dari tempat saya bekerja di SMP Negeri 1 Way Seputih," kata Musriyatun dalam video viral yang diunggah akun @terangmedia, dikutip Rabu (8/3/2023).

Mursriyatun mengaku tidak memenuhi undangan itu karena tengah merawat ayahnya yang tengah sakit di kampung. Anaknya juga tengah sakit di Bandar Lampung. 

Baca Juga: Viral Video Perundungan Siswi, Diduga Terjadi di SMAN 4 Bitung

Saat ia kembali ke rumah pada 4 Maret 2023 mendapatkan dokumen mutasi ke SMP Negeri 1 Selagai Lingga, Lamteng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

"Saya mendapat surat keputusan harus pindah ke SMPN 1 Selagai Lingga yang jarak tempuhnya 100 kilo dari rumah. Saya hanya perempuan pak. Saya selama ini tidak pernah menyalahi dinas saya. Apapun saya lakukan sesuai peraturan yang ada," ujar dia sembari menangis.

Musriyatun juga mengaku bekerja dengan baik dengan banyak membantu pemerintah dalam mendirikan sekolah sejak 1994.

"Saya bersama rekan muslimat NU di Seputihbanyak memajukan moral dan membangun mental yang baik," kata dia.

Dia memohon agar tidak dipindah ke SMPN 1 Selagai Lingga. 

Load More