Pelaku utama pembacokan Arya Saputra (16) yang merupakan pelajar SMK Bina Warga, hingga kini masih buron.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso menyatakan, bahwa dua pelaku sudah diamankan, namun satu pelaku utama masih buron.
"Kita mohon waktu segera kita ungkap (pelaku utamanya). Tiga orang sudah ditangkap," kata Bismo saat bertakziah ke rumah duka almarhum Arya Saputra di Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Ia menjelaskan jajarannya sudah menangkap tiga orang pelaku pembacokan yang mengakibatkan Arya Saputra meninggal dunia, dua orang di antaranya adalah pelajar yang berboncengan dengan pelaku utama saat melakukan aksinya. Sedangkan satu tersangka lainnya berperan menyembunyikan pelaku kejahatan.
"Pelaku dua orang sudah ditangkap, satu lagi itu yang menyembunyikan, itu juga kita tangkap," jelasnya.
Bismo mengatakan pihaknya juga berupaya meredam agar kasus pembacokan tersebut tidak menimbulkan aksi balas dendam. Polresta Bogor Kota sudah memberikan imbauan langsung kepada para siswa SMK Bina Warga untuk turut menjaga situasi kondusif wilayah.
"Terus kita sampaikan jangan sampai ada aksi balasan dan juga biarkan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan kita tegakkan hukum. Jadi, tidak ada reaksi balas dendam atau reaksi balasan," kata Bismo.
Sebelumnya, Arya Saputra tewas dibacok oleh orang tidak dikenal pada Jumat (10/3) sekitar pukul 09.30 WIB, saat hendak menyeberang dari ujung gang di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya tidak jauh dari simpang Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Salah seorang saksi, Andre, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Arya bersama lima orang temannya hendak menyeberang jalan. Kemudian dari arah Cibinong datang tiga pelajar mengendarai sepeda motor dan menyerang menggunakan pedang.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan Arya Saputra Ditangkap, Polisi Belum Bisa Umumkan Identitasnya
Setelah mendapat sabetan pedang pada bagian pipi tepatnya di bawah telinga, Arya langsung terkapar. Rekan korban sempat melarikan diri sebelum kembali untuk menolong korban dibantu warga sekitar yang memberhentikan ambulans, lalu membawa Arya ke Rumah Sakit FMC.
"Iya pas di lampu merah itu, pelajar yang pakai motor langsung membacok pelajar yang mau nyeberang," kata Andre. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo