/
Kamis, 16 Maret 2023 | 17:44 WIB
Thumbnail video yang mengklaim Prabowo bawa ribuan pasukan tuntut istana tolak penundaan pemilu. [Turnbackhoax.id]

Pro kontra soal penundaan pemilu 2024 mendatang belakangan sempat menjadi sorotan publik. 

Semua partai politik bahkan telah menyatakan sikap menolak hal tersebut dan meminta konstitusi tetap dijalankan yakni dengan tidak adanya penundaan pemilu alias tetap menjalankan pemilu pada 2023.

Seiring kabar tersebut menjadi sorotan, beredar kabar miring yang mengklaim Prabowo Subianto membawa pasukan untut menuntus istana menolak penundaan pemilu.

Kabar Prabowo membawa pasukan dan menuntut Istana menolak penundaan pemilu 2024 tersebar melalui video yang diunggah kanal YouTube Pejuang Muda.

“PRABOWO BAWA PASUKAN TUNTUT ISTANA TOLAK PENUNDAAN PEMILU,” tulis narasi Kanal YoTube Pejuang Muda tersebut.

Penjelasan Cek Fakta

Setelah dilakukan penelusuran video yang diunggah kanal YouTube PEJUANG MUDA mengunggah video berjudul “PRABOWO BAWA PASUKAN TUNTUT ISTANA TOLAK PENUNDAAN PEMILU” itu.

Sementara, para thumbnail video tersebut terlihat massa memadati depan bangunan istana negara.

Namun, setelah ditelusuri, video berdurasi 8 menit tersebut tidak berkaitan antara judul, thumbnail, dan isi video.

Baca Juga: Bikini Anya Geraldine Jadi Sorotan, Warganet: Kalau Kentut, Baunya ke Mana-mana

Video itu ternyata berisi gabungan cuplikan video Prabowo bertemu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Sedangkan untuk narasi yang dibacakan narator identik dengan artikel berjudul “Prabowo Sebut Penundaan Pemilu 2024 Tak Masuk Akal, Surya Paloh Sepakat."

Artikel tersebut ternyata berisi Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menilai penundaan Pemilu 2024 kurang arif dan tidak masuk akal.

Surya Paloh dan Prabowo Subianto pun membuat beberapa kesepakatan dalam pertemuan tersebut yang salah satunya, mereka ingin menciptakan kedamaian menjelang pemilu 2024.

Meski demikian, hingga kini tidak ada pemberitaan yang mengabarkan Prabowo membawa ribuan massa untuk menyerang istana untuk menolak penundaan pemilu.

Kesimpulan

Load More