/
Selasa, 21 Maret 2023 | 09:37 WIB
Alissa Wahid (kiri)

"Abis itu kalau pas landing di Cengkareng bareng mbak2 TKI & saya gak lagi capek, saya suka barengin PMI yg cewek², just in case. Saya saja yg anytime bisa panggil paspampres, cukup stres diperlakukan intimidatif gitu. Apalagi mba² PMI yg gak pengalaman," tulis Alissa Wahid.

Ia melanjutkan, awalnya dirinya ingin mengetahui seperti apa perlakuan petugas imigrasi terhadap warga yang seharusnya mereka layani dengan baik. Rasa ingin tahunya pun terjawab.

"Tapi lama² sebel, makanya aku jawab LSM," kata dia.

Peristiwa itu sendiri dialami Alissa Wahid pada tahun 2019 atau 2020. Tapi ia masih mengingat betul bagaimana arogansi yang ditunjukkan petugas imigrasi itu pada dirinya.

"Nada bicaranya bener² intimidatif sih menurut saya. Padahal saya bukan orang yang kecil hati. Pas hadap²an sama polisi di depan GKI Yasmin aja saya berani adu ngeyel," keluhnya. 

Cuitan Alissa Wahid ini mendapat banyak komentar dari warga Twitter. Beberapa menceritakan pengalaman yang sama ketika berhadapan dengan layanan keimigrasian di bandara.

"Kejadian tahun berapa ya mba? Pekerja Migran Indonesia tau TKI khususnya perempuan sering banget jadi obyek pemeresan oknum petugas maupun biro penyalur. KPK pernah lakukan sidak di Soeta soal ini juga hanya saja belum update apakah masih terjadi lagi atau ga saat ini," tulis @emerson_yuntho.

Load More