/
Selasa, 21 Maret 2023 | 10:41 WIB
ILUSTRASI Petugas Bea Cukai

Bea Cukai RI melalui akun Twitter mereka @beacukaiRI meminta maaf atas pengalaman yang menyenangkan yang dialami Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid saat tiba di Indonesia.

"Halo, Kak. Kami memohon maaf atas pengalaman tidak mengenakan yang dialami pada saat tiba di Indonesia. Masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi atas pelayanan dan pengawasan barang bawaan penumpang kedepannya. Terima kasih," tulis @beacukaiRI sambil me-mention akun Twitter Alissa Wahid, Senin (20/3/2023).

Namun permintaan maaf itu malah menuai komentar negatif dari netizen. Pasalnya permintaan maaf itu terkesan template semata. 

"Hilih jawaban template. Kejadian kayak gini dibiarin bertahun2 peras aja terus orang2 itu. Orang udah kerja capek2 di luar sampe di negara sendiri diperas," komentar @ihsansu****.

"ini sih bot yg jawab, di pintu custom galaknya minta ampun," timpal @haripoer*****.

Netizen mendesak agar Bea Cukai melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar peristiwa serupa tak terulang dan tak ada lagi Rakyat Indonesia terutama buruh migran yang menjadi korban.

"Ehhe bahan evaluasi mulu lantas kpan implementasi nya kpan jg direalisasi kebanyakan aksi nihil konkretisasi," tulis @esgri****.

Sebelumnya diberitakan, layanan Imigrasi dan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini tengah menjadi sorotan. Usai viral juara lomba nyanyi di Jepang kena biaya bea cukai sebesar Rp 4 juta untuk piala yang ia bawa pulang, kekinian putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid buka suara soal pengalaman pahitnya soal kelakuan petugas imigrasi di bandara itu.

Putri sulung Presiden Indonesia ke-4 itu menceritakan pengalamannya berhadapan dengan petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melalui akun Twitter miliknya, @AlissaWahid pada Senin (20/3/2023).

Baca Juga: Aming Sedih Tak Lagi Dikenali Usai Hijrah, Penampilan Berubah Total karena Mau Nikah?

Saat itu Alissa Wahid pulang dari sebuah konperensi di Taiwan. Di bandara, ia diarahkan menuju meja pemeriksaan. Di sana, ia disangka sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja wanita (TKW) yang baru pulang kampung.

"Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya," tulis Alissa Wahid.

Alissa Wahid lalu membuka koper dan memberikan paspor miliknya pada petugas. Ia mengatakan dirinya hanya berada di Taiwan selama tiga hari.

"Petugas : "Kerja apa 3 hari di taiwan? Kok bawaannya koper gede? Beli apa aja? Emang dibayar berapa?" tulis Alissa Wahid.

Alissa menjawab ia sebelumnya pergi ke Taiwan untuk mengikuti konperensi. Namun petugas itu tetap ngeyel dan bertanya dengan nada yang tak ramah.

"Petugas : "sering ya ke luar negeri?"
Saya : "ya. Bisa lihat di paspor, mbak."
Dia buka² paspor. 
Petugas : "kok sering ke luar. Kerja apa?"
Saya : "LSM"
Petugas menengok, tampangnya agak kecut, lalu kembalikan paspor : "Silakan"," tulis Alissa.

Load More