Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bapeda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat berinisial AA bersama tiga ASN bawahannya diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Kondisi itu membuat Ormas Islam di Tasikmalay meradang. Apalagi kota mereka memiliki julukan Kota Santri yang dikenal religius dan antimaksiat.
Mereka menilai, pejabat seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, bukannya malah menyalahgunakan narkoba.
Pembina Forum Mujahid Tasikmalaya Nanang Nurjamil mengaku terkejut dengan berita adanya pejabat yang terseret narkoba. Apalagi kata dia, pemerintah setempat dan berbagai elemen di Tasikmalaya tengah gencarmemerangi peredaran miras dan narkoba.
“Ini seperti petir di siang bolong, mengejutkan semua pihak,” kata Nanang, Rabu (22/3/23) dikutip dari Harapanrakyat.com--jejaring Suara.com.
Tak hanya tertangkap, lanjutnya, pejabat dan 3 ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya itu juga positif sebagai pengguna narkoba jenis sabu.
Karena itu, pihaknya meminta agar dalam proses seleksi jabatan ke depannya lebih ketat. Nanang juga mempertanyakan pengawasan dan pembinaan inspektorat selama ini. Pasalnya, kasus seperti itu malah menjerat pejabat pemerintah yang seharusnya menjadi contoh.
“Atau jangan-jangan ada oknum-oknum ASN lainnya yang belum terungkap? sehingga semua ASN di lingkungan pemkot Tasikmalaya perlu tes urine. Pj Walikota harus segera klarifikasi atas semua pertanyaan publik ini secara terbuka,” tegasnya.
Adapun untuk sanksinya, lanjut Nanang, harus ditegakkan secara konsisten dan konsekuen sesuai undang-undang yang berlaku, terutama bagi pelaku yang merupakan ASN.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Denpasar Kamis 23 Maret 2023 Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa
“Dengan tertangkapnya Kepala Bappeda karena narkoba ini membuktikan kalau Pemkot Tasikmalaya lalai dalam menjalankan peraturan, yakni Permendagri No 12 tahun 2019,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel