Jenner, bukan nama sebenarnya, merapihkan ligh stand dan tripod yang biasa ia gunakan untuk siaran langsung atau live di media sosial TikTok dan Instagram.
Dari ruang tengah sebuah apartemen yang berada di dekat Simpang Lima, Kota Bandung, Jawa Barat ini, perempuan berambut pirang itu dan beberapa kawannya melakukan live di TikTok dan Instagram untuk mempromosikan barang dagangan mereka.
Namun kini, tak ada lagi etalase yang memajang sepatu gunung merk Lowa atau The North Face di ruangan itu. Begitu pun berbagai jaket outdoor dari beberapa brand ternama yang biasa tergantung di dinding ruangan, semuanya dicopot dan disimpan dalam sebuah kardus.
Usaha yang dilakoni Jenner dan beberapa kawannya adalah bisnis thrifting yang kini telah dilarang pemerintah. Sebelumnya, ia telah menjalankan bisnis itu sejak awal pandemi atau sekira Mei 2020 lalu.
Bisnisnya terus berkembang. Beberapa kawan Jenner memiliki pengalaman sebagai anggota pencinta alam, tak sulit baginya memasarkan produk outdoor bekas seperti jaket windproof atau sepatu gunung.
Pada akhir 2022 lalu, Jenner memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen dua kamar di pusat Kota Bandung. Ia menyewa tempat itu untuk durasi satu tahun. Namun baru empat bulan, bisnisnya terancam gulung tikar.
Ia mengaku takut diciduk aparat penegak hukum jika terus melakoni bisnis thrifting.
"Dari Senin (20/3/2023) kemaren udah stop live TikTok sama Instagram. Bener aja besoknya Cimol Gedebage ditutup sementara," kata dia saat ditemui, Kamis (23/3/2023) malam.
Padahal dua pekan lalu, ia sudah membayangkan bakal mendapat rezeki nomplok jelang Lebaran. Dari pengalamannya pada tahun baru, penjualan dan transaksi produk thrifting yang mereka pasarkan bisa naik empat kali lipat dibanding biasanya.
Baca Juga: Kuota Mudik Gratis 2023 Sudah Penuh, Dishub DKI: Tak Ada Penambahan
"Sekarang kayaknya gak mungkin. Stok kita juga udah menipis, abis buat menuhin pesenan yang kemarin. Semua yang biasa suplai ke kita lost contact. Mungkin udah disita barangnya atau stop dulu," ujarnya.
Tak cuma berhenti jualan, ia megaku semua akun media sosial yang mereka gunakan untuk promosi produk thrifting pun diamankan. Seluruh unggahan produk thrifting dihapus guna menghindari razia online.
"Aku suka jualan juga pake akun pribadi. Sekarang aku private, ngeri," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Bulan Suci Ramadan dan Lebaran Idul Fitri menjadi masa emas bagi pelaku bisnis pakaian bekas impor atau thrifting. Karena biasanya, tingkat penjualan mereka bakal meningkat tajam di masa itu.
Tapi di tahun ini, mereka terancam tak bisa lagi mendulang keuntungan besar lantaran pemerintah telah mengeluarkan larangan impor pakaian bekas dan bisnis thrifting.
Salah satu pusat thrifting legendaris di Kota Bandung, Jawa Barat Pasar Cimol Gedebage yang berlokasi di kawasan Pasar Induk Gedebage ditutup sementara sejak Selasa (21/3/2023) lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
22 Kode Redeem FC Mobile 7 Februari 2026, Prediksi Hadirnya CR7 dan Messi OVR Tinggi
-
4 Simbol Tersembunyi di Balik Kelezatan Kuliner Imlek
-
Film Anime To You in the Beyond Siap Sapa Penggemar pada Musim Gugur 2026
-
Seni Melambat: Mengapa Kita Tidak Perlu Selalu Merasa Terburu-buru?
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan